Bupati Lotim Gelar Rapat Pastikan Proyek SPAM Berjalan Tampa Masalah,
LOTIM LOMBOKira – Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy memastikan proyek SPAM Wilayah selatan dapat terlaksana dan terhindar dari potensi masalah sekecil apapun.
Untuk memastikan jalan keluar
Terhadap kendala yang terhadi di lapangan, Bupati menggelar rapat bersama para pihak seperti Balai Prasarana Permukiman wilayah (BPPW) NTB, sejumlah rekanan, PUPR, PDAM, serta Camat di wilayah yang menjadi lokasi proyek yang didanai bank dunia tersebut, di ruang rapat Bupati Senin (3/4) lalu.
Seperti halnya, munculnya permasalahan belum terkonfirmasinya pemanfaatan sejumlah kecil lahan SMK Kotaraja sebagai tempat pembangunan instalasi pengolahan air (IPA).
“Hal ini terjadi akibat adanya mis-komunikasi antara para pihak, antara Pemerintah Provinsi NTB dan SMK bersangkutan,” ucap Bupati.
Menurut Sukiman,Pemda sudah mengirimkan surat terkait pemanfaatan lahan SMK untuk pembuatan IPA kepada pemerintah provinsi dan tembusan ke SMK, dan akan dilakukan koordinasi kembali dengan pihak terkait
“Agar tidak ada penolakan dari masyarakat dibutuhkan pendekatan dan koordinasi lebih instensif dengan semua pihak,” pintanya.
Bupati juga mengingatkan agar, memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ada di sekitaran lokasi sumber mata air, (Desa Jeruk Manis, Tetebatu Selatan dan Kembang Kuning), kalau penggunaan mata air itu tidak akan mengganggu kebutuhan air masyarakat
“Kepada rekanan saya meminta kepastian untuk rekondisi atau mengembalikan kondisi jalan maupun infrastruktur lain yang terkena dampak dari proses pengerjaan SPAM tersebut, seperti penggalian,” katanya.
Bupati jiga berharap, keberadaan SPAM ini akan menjadi solusi kebutuhan air warga selatan dengan memanfaatkan air dari tiga sumber yaitu Barangpanas II (Jeruk Manis), Gawah Buak (Kembang Kuning), dan Sungai Lingkung (Tetebatu Selatan).
Ketiga sumber tersebut telah memiliki rekomendasi teknis (rekomtek) dari BWS.
“Dengan demikian dipastikan bahwa pemanfaatan sumber air ini tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air di lokasi sumber dan sekitarnya, sebab BWS telah memperhatikan neraca air dan keseimbangannya,” sebutnya.
