Bupati Iron Soroti PAD Ratusan Juta “Raib”, Ulah Restoran ‘Nakal’
LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H Iron menyoroti terkait masih rendahnya kepatuhan para pengusaha restoran dalam hal pembayaran pajak daerah, dari 175 restoran yang tercatat di Lotim, hanya 13 yang aktif menyetor pajak.
” Ini miris sekali, dari 175 jumlah restoran, yang aktif bayar pajak hanya 13,” ucapnya dalam rapat koordinasi bersama pengusaha jasa wisata di Ballroom Kantor Bupati, Kamis (5/6).
Rendahnya jumlah restoran yang bayar pajak, dinilai Iron suatu kebocoran besar dari sumber PAD yang ada
” semestinya, potensi pendapatan daerah dari sektor restoran bisa mencapai ratusan juta per bulan. Namun sayangnya, sebagian besar pelaku usaha justru memilih tutup mata terhadap kewajiban mereka,” ucapnya
“Kalau semua patuh, PAD kita bisa naik signifikan. Tapi kenyataannya? Masih banyak yang ‘nakal’,” cetusnya.
Bupati menilai ketidakpatuhan ini bukan hanya soal administrasi, tapi bentuk pengkhianatan terhadap semangat membangun daerah.
Ia pun mengingatkan, pembangunan infrastruktur di Lotim—dari jalan, irigasi, hingga penanganan bencana—membutuhkan dukungan anggaran besar.
“Jangan cuma cari untung di Lotim, tapi giliran bayar pajak ngumpet. Ini daerah kita bersama, mari bangun bareng-bareng,” ajak Iron.
Sebagai pembanding, ia mencontohkan sektor tambang pasir yang kini memberi pemasukan hingga Rp 31 juta per hari. Angka itu melonjak drastis setelah Pemkab Lotim duduk bersama pengusaha tambang dan melakukan penertiban sistem penerimaan.
“Tambang saja bisa kita tertibkan, masa restoran tidak?” katanya.
H. Iron berharap para pelaku usaha wisata, terutama restoran, segera berbenah dan menunjukkan komitmen membangun Lombok Timur.
“Kalau masih cuek, kita tidak akan maju. Pajak itu untuk rakyat, bukan untuk saya pribadi,” tegasnya.
