1087 Orang Guru Ngaji, Marbot, RT dan Kadus Difaftarkan Bazna Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33;

LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin menyerahkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap kepada para guru ngaji, marbot masjid, ketua RT dan kepala lingkungan. Tahap awal menyasar 14 kecamatan dan 7 kecamatan menunggu giliran. Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis di Ballroom kantor Bupati, Jumat (14/8).

” karena jumlah penerima terlalu banyak,terutama marbot masjid, maka penmnerian dilakukan secara step by step (beetahap),’ ucap Iron panggilan akrab Haerul Warisin.

Menurut Bupati, tugas guru ngaji, marbot, RT dan Kadus sangat berat. Mereka bertugas membangun pemerintahan, menjaga ketertiban lingkungan, sekaligus memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi.

“Mereka ini mengabdi kepada masyarakat. Tanpa ada gaji maupun dana pensiun. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang menanggung anak istrinya,” tegasnya.

Karena itu, Pemkab Lotim memasukkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk jaga-jaga. “Kita ini untuk berjaga-jaga. Kalau sakit ada BPJS yang biayai. Kalau diambil oleh Allah, ahli warisnya dapat santunan. Bayangkan sedihnya kalau seorang meninggal dunia, anak dan istri tidak dapat apa-apa. Ini juga untuk bekal mereka,” lanjutnya.

lebih lanjut Bupati Iron,mengatakan program ini tidak hanya diberikan kepada para guru ngaji dan marbot, tetapi juga komunitas lainnya, dan Pemkab sudah menganggarkan.

“Ini bentuk perhatian. Kalau masyarakat Lotim mampu berpartisipasi, mari jadi peserta mandiri juga. Target kita Lotim jadi kabupaten terbanyak masyarakatnya masuk BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.

Pada kesempatan itu Bupati juga meminta masyarakat segera mendaftar diri pada aplikasi Perlinsos yang sedang dilakukan Pemda. Dirinya telah meminta camat dan kepala desa menggerakkan seluruh warga agar datang ke kantor desa untuk mendaftarkan diri.

“Sangat rugi kalau tidak terdaftar. Dan jangan salahkan pemerintah. Data inilah yang menentukan apakah masyarakat dapat bantuan atau tidak. Selama ini ada yang seharusnya dapat bantuan tapi karena RT dan Kadus tidak beritahu dan tidak terdaftar, maka namanya tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu Ketua BAZNAS Lombok Timur HM Kamli dalam sambutannya, mengatakan tahap pertama jumlah kuota untuk terdaftar di BPJS ketenagakerjaan sebanyak 1.087 orang yang tersebar di 14 kecamatan, dengan rinciannya: 664 guru ngaji tradisional, 112 marbot masjid, 55 kepala lingkungan, dan 281 ketua RT.

“Insya Allah tinggal 7 kecamatan lagi masih dalam proses validasi data. Yang jelas semua kecamatan menjadi sasaran program pembayaran jaminan perlindungan sosial terhadap masyarakat kita yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat,” kata Kamli.

” sebelumnya Baznas telah memberikan jaminan sosial kepada 1.200 orang guru madrasah honor murni dengan masa kerja 10 sampai 35 tahun. Pembayaran sudah dilaksanakan, ” Jelasnya. Seraya berharap apa yang telah dilakukan ini, akan membawa manfaat bagi para penerima.