Berkat Ikhtiar, 241 Sekolah di Lombok Timur Dapat Revitalisasi

Keterangan foto: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin

LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah yang diterima daerahnya saat ini merupakan hasil dari ikhtiar dan kerja keras pemerintah daerah dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan.

Hal itu disampaikan Bupati saat memberikan arahan kepada para kepala sekolah penerima program revitalisasi di Lombok Timur.
Bupati menjelaskan, revitalisasi merupakan program baru bagi rekan-rekan kepala sekolah. Jika biasanya program pembangunan dilaksanakan langsung melalui anggaran pemerintah, kali ini pola pelaksanaannya dilakukan secara swakelola.

“Bahwasanya swakelola ini bukan barang baru, sehingga saya sampaikan ke Kadis paling tidak bisa saling mengingatkan. Karena apa, sudah ada bukti di mana ada satu lokasi yang bermasalah,” ujar Bupati.
Ia menyoroti masih banyak kepala sekolah yang belum memahami administrasi pengelolaan program. Akibatnya, tidak jarang menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Untuk itu, Bupati menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh kepala sekolah penerima program.
“Pertama, harus terbuka dan sesuai dengan ketentuan. Apalagi sampai menyembunyikan ke pihak tertentu. Apapun yang kita kelola, kalau kita buka dengan transparan, insya Allah aman,” tegasnya.

Kedua, akuntabel. Bupati meminta setiap kegiatan harus disertai bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Akuntabel, harus ada bukti. Apapun yang dikerjakan harus dengan bukti yang jelas,” katanya.

Ketiga, kepala sekolah harus berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada pihak manapun, termasuk dalam hal penandatanganan dokumen.

“Kepala sekolah harus hati-hati. Artinya jangan percaya sama siapapun. Dan jangan pernah mau menandatangani dokumen yang anda tidak ketahui isinya,” pesannya.
Bupati mengungkapkan, jumlah sekolah yang mendapatkan program revitalisasi tahun ini tidak didapatkan dengan mudah. Hal tersebut merupakan buah dari upaya lobi yang intensif ke pemerintah pusat.

“Jumlah revitalisasi yang didapatkan saat ini bukan semata-mata didapatkan dengan mudah. Tapi ini merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan pemerintah daerah. Tahun 2025 kami selalu bolak-balik ke Jakarta, dalam rangka apa, dalam rangka memajukan Lombok Timur, dan Alhamdulillah inilah hasilnya,” ungkap Haerul Warisin.

Ia menceritakan, selama di Jakarta dirinya tidak hanya bertemu dengan satu kementerian, melainkan banyak kementerian, salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan jumlah sekolah penerima revitalisasi. Dari yang awalnya hanya 60 sekolah, kini meningkat menjadi 241 sekolah.
“Sekarang dari 60 sekolah menjadi 241 sekolah, dan ini belum selesai kita ikhtiarkan, pasti akan bertambah,” ujarnya.

Dengan banyaknya alokasi revitalisasi yang diterima Lombok Timur, Bupati mengingatkan bahwa program ini menjadi sorotan banyak pihak. Karena itu ia meminta semua kepala sekolah untuk tetap patuh pada aturan yang ada.
“Jangan malu bertanya. Ikuti semua aturan yang ada,” pungkasnya.