Apes, Pelatih Ini Dipecat Padahal Sudah Bawa Serbia Lolos Piala Dunia
LOMBOKita – Serbia memecat pelatih mereka Slavoljub Muslin pada Senin yang merupakan tindakan yang mengejutkan, yang terjadi tiga pekan setelah pria 64 tahun itu memimpin negara Balkan itu ke Piala Dunia 2018, turnamen utama pertama mereka dalam delapan tahun.
Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) dan ketua mereka Slavisa Kokeza memiliki kalimat terakhir dalam perselisihan yang berlarut-larut dengan Muslin terkait pemilihan skuadnya, dan apa yang mereka nilai sebagai penampilan di bawah standar pada fase kualifikasi.
“FSS, yang dipimpin oleh presiden Slavisa Kokeza, bersidang dan memutuskan untuk berpisah dengan Muslin melalui kesepakatan bersama,” kata organisasi itu melalui situs resmi mereka (www.fss.org).
“Asisten Muslin, Mladen Krstajic akan mengambil alih tim sebagai pelatih sementara dan akan mengasuh tim untuk pertandingan-pertandingan persahabatan melawan China dan Korea Selatan (pada November), sampai pelatih kepala yang baru ditunjuk. Kami berterima kasih kepada Muslin untuk kerja sama yang baik dan pencapaiannya.” Pencapaian Muslin bukan hal kecil untuk negara yang terakhir kali bermain di ajang besar pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, meski hasil-hasil yang didapat Serbia tidak terlalu bagus pada kampanye kualifikasi Piala Dunia 2018.
Formasi 3-4-3 yang tidak familiar mengandalkan keberuntungannya pada sebagian besar pertandingan untuk finis di peringkat teratas di grup mereka dengan 20 poin dari sepuluh pertandingan, unggul satu poin atas Irlandia yang mencapai playoff dan unggul tiga poin atas Wales.
Namun keputusan Muslin untuk memecat gelandang tengah serba bisa Sergej Milinkovic-Savic dari skuad dan penolakannya untuk sekedar mempertimbangkan memasukkan sang pemain sebagai pelapis pada tim Piala Dunia yang memicu kemarahan para petinggi, serta banyak penggemar dan komentator.
Milinkovic-Savic tampil impresif sejak ia bergabung ke klub Liga Italia itu dari klub Belgia Genk pada 2015, setelah menjadi pemain kunci pada tim U-20 Serbia yang menjuarai Piala Dunia 2015, dan Piala Eropa U-19 pada 2013.
Muslin bersikukuh bahwa pengatur permainan itu tidak cocok dengan formasinya yang menggunakan dua pemain bek sayap dan sepasang pemain pengatur permainan di lapangan tengah, mengubah opini publik untuk menentangnya.
Ia juga dilaporkan menolak ide untuk menyuntikkan darah segar ke dalam skuad Piala Dunia dengan menepikan sejumlah pemain pendukungnya, yang memiliki pengalaman namun minim level energi yang diperlukan untuk turnamen selama sebulan.
Pelatih Montenegro asal Serbia Ljubisa Tumbakovic memuncaki daftar kandidat potensial untuk mengambil alih tim setelah tampil solid pada kualifikasi Piala Dunia, di mana Montenegro finis di posisi ketiga di grup, di bawah Polandia dan Denmark.
