Angka Stunting di Lotim Alami Penurunan

Keterangan FOTO : Kepala DPA3kB Lotim dr H Hasbi Santoso

LOTIM LOMBOKita – Angka kasus stunting di Lombok Timur mengalami penurunan, tetapi dilain pihak.muncul kembali kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana (DPA3KB) Lombok Timur, dr H Hasbi Santoso, yang dikonfirmasi tak menampik sebelumnya Lombok Timur termasuk kabupaten terbanyak kasus stunting. Tetapi di tahun 2025 angka kasus stunting alami penurunan cukup signifikan dari 30 persen. Kini berada di angka 22 persen.

” kasus stunting di Lotim alami penurunan dari 30 persen menjadi 22 persen, sebagaimana data yang dikeluarkan BPS,” ucapnya.

Dikatakan Hasbi. Untuk menekan angka stunting tersebut DPA3KB meningkatkan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) kepada keluarga risiko stunting, termasuk calon pengantin, dengan memberikan edukasi dan memfasilitasi sasaran untuk mendapatkan pelayanan yang optimal.

“Pendampingan ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pemberian makanan menu bergizi seimbang melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT),” kata Hasbi.

Selain itu, DPA3KB juga membentuk koordinasi kegiatan di semua wilayah dan tim wilayah melakukan pembinaan di wilayah masing-masing. Tim Pengendali GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) juga selalu berkoordinasi tentang kegiatan cegah stunting.

Hasbi menjelaskan bahwa adanya kasus stunting baru bukan berarti tidak tertangani, tetapi ada faktor penyebab lain seperti kekurangan gizi sejak dalam kandungan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola asuh dan pemberian makanan yang tidak sesuai, penyakit infeksi berulang, sanitasi dan lingkungan yang buruk, serta sosial ekonomi.

“Penanganan kasus stunting disesuaikan dengan penyebab masing-masing kasus. Secara teknis, penanganan spesifik ada pada Dinas Kesehatan, sedangkan untuk yang sensitif kolaborasi sektor terkait,” katanya.