Angka Stunting di Lombok Tengah Optimis Bisa Ditekan
LOMBOKita – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menghilangkan stunting. Karena masalah stunting ini merupakan masalah multi-faktor. Karenanya dilakukan penanganannya secara bersama pula.
Upaya yang dilakukan berawal dari pelayanan di Posyandu sampai pemberian makanan tambahan (PMT), Pengukuran tinggi badan dan berat badan secara profesional dengan alat digitalisasi. Namun secara fisik masih saja masalah stunting ini bercokol di bumi Tatas Tuhu Trasna ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui Kepala Bidang (Kabid) Gizi, dr. Nasrullah mengemukkan, kasus stunting ini merupakan kasus yang disebabkan oleh berbagai faktor.
“Karena stunting ini merupakan masalah multi faktor, maka penanganannya pun dilakukan bersama-sama,” jelasnya usai gelaran rapat Penguatan dan Evaluasi Jejaring Stunting di Kopang, Senin.
Dijelaskan Nasrullah, penguatan dan evaluasi jejaring stunting yang dilakukn saat ini, merupakan aksi yang bertujuan untuk mencari apa sebab, dan apa upaya yang dilakukan, sehingga kasus stunting ini bisa dievaluasi sebagai bahan input dan output nantinya.
Menurut Nasrullah, penanganannya harus melibatkan semua lini, semua sektor, tidak hanya di institusi Dikes. Sehingga angka stunting di Loteng bisa ditekan sekecil mungkin.
Secara data, lanjut Nasrullah, angka stunting di Loteng berada pada angka 13 persen lebih. Sementara angka stunting nasional ada pada angka 14 persen. Melihat angka nasional ini, dari 13% lebih angka stunting di Loteng, Nasrullah optimis, 13% bisa ditekan sekecil mungkin andai saja semua sektor, semua lini tadi bekerja dengan fokus dan serius.
“Saya optimis angka stunting di wilayah kita bisa ditekan dan bisa turun,” jelas Nasrullah kepada wartawan LOMBOKita.
Pada kesempatan itu, Nasrullah berpesan, karena stunting merupakan masalah multi fakror. Tidak saja bisa disebabkan oleh faktor ekonomi, lingkungan, perkawinan dan sebaginya. Maka semuanya harus turut serta dalam penanganan stunting ini.
“Kalau kita tidak ingin punya generasi yang rata-rata ‘modem’ (mokoh dempek, red.) ya harus berjuang bersama untuk menghapus yng namanya stunting ini” pesan Nasrullah.
Senada dengan dr. Nasrullah, Camat Kopang, Lalu Khalik, S.Sos dengan jujur mengakui, angka stunting di wilayah kerjanya berada pada angka 530 anak. Angka ini, Desa Kopang Rembiga merupakan pemilik angka stunting terbanyak yakni 211 anak. Menyusul Desa Montong Gamang 209 anak dan Desa Darmaji 143 anak.
“Data ini merupakan kondisi akhir September 2023. Masih kita tekan pada bulan berikutnya, ” kata mantan Kepala Puskesmas Kopang ini.
Data angka Stunting di Kecamatan Kopang sebanyak 530 orang anak.
Desa Kopang Rembiga 211 anak
Desa Montong Gamang 209 anak
Desa Darmaji 143 anak
Desa Dasan Baru 134 anak
Desa Aik Bual 125 anak
Desa Monggas 115 anak
Desa Peseng 90 anak
Desa Bebuak 89 anak
Desa Lendng Are 83 anak
Desa Semparu 69 anak
Desa Muncan 69 anak
Desa Waje Geseng 38 anak
