Anggaran Pemkab Lotim Terpotong Banyak.Kepala Dinas Harus Rajin Melobi Kekementerian
LOTIM LOMBOKita – Akibat efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah pusat di tahun 2026 ,membuat kepala daerah kelimpungan, seperti halnya Lombok Timur, anggaranya terpangkan capai Rp 327 miliar
” Ditahun 2026. Lotim terkena imbas efisiensi anggaran, mencapai Rp 321 miliar,” ungkap Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin. Di sela terpilihnya menjadi Ketua KONI Lotim. Rabu (1/10).
Menurut Iron, imbas adanya penangkapan tersebut,kondisi Lombok Timur nenjadi sulit , akibat terjadinya pengurangan anggaran tersebut.
” Lombok Timur terkena pemangkasan anggaran mencapai Rp 327 miliar, ini tidak main main menjadi Bupati saat ini,” katanya.
Tahun ini anggaran Lotim masih normal. Tapi sebut Iron, dianggaran tahun 2026 turun sampai Rp 327 miliar, anggaran sebesar itu dari mana kita harus dapatkan, belum lagi ada 11 ribu lebih honorer yang harus ditangani.
” honorer kita peringkat 7 se Indonesia, tapi saya sebagai Bupati mengusulkan seluruhnya untuk diangka menjadi PPPK paruh waktu. Kita tidak tanggung tanggung, ” katanya.
Menurut Bupati hal itu dilakukan biar sekali kali, ketimbang diusulkan sedikit dikit dan menjadi beban terus, sehingga diusulkan semuanya,
” untuk honorer ini kita usulkan semuanya, masalah anggarannya, kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa nanti ” ucapnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan.guna mengembalikan anggaran ratusan miliar yang dipotong pempus tersebut, dirinya terus bergerilya melakukan loby loby ke kementerian. Seperti yang dilakukan selama ini, dan hasil loby lobypun membuahkan hasil.
“Hanya dengan loby loby kita bisa dapatkan untuk menutupi kekurangan anggaran yang dipotong pempus tersebut,” katanya.
Sehingga dirinya, selalu mengajak para kepala Dinas datang kementerian untuk melakukan loby loby anggaran yang ada. ” Kalau hanya menjadi kadis dengan duduk di kursi saja, lebih baik berhenti saja jadi Kadis. Maka untuk menjadi Kadis berangkat ke Jakarta melakukan loby loby di kementerian,” tegasnya.
Seperti yang telah dilakukan dirinya terlebih dahulu datang ke kementerian memperkenalkan diri, sambil membawa proposal.
” Tanpa melakukan lobi lobi dengan kementerian kita tidak akan bisa maju dan membangun” sebutnya. Apalagi di tahun depan anggaran Lotim terpotong banyak.
” angka Rp 327 miliar itu bukan sedikit, sehingga mulai sekarang para kepala OPD untuk melakukan lobi lobi ke kementerian ” pesannya.
Iron juga mengaku. Dirinya selama ini kerap bolak balik Jakarta bukan pergi pacaran atau kawin seperti yang diisukan selama ini, dirinya ke Jakarta untuk pergi mencari duit untuk membangun Lotim, dengan cara melakukan lobi lobi di kementerian.
” Kalau ada yang mengatakan saya ke Jakarta pergi pacaran atau kawin seperti yang di isukan selama ini, itu keliru. ” saya ke Jakarta itu mencarikan Lombok Timur anggaran, pekerjaan, kegiatan, program,” tegasnya seraya mencontoh hasil loby loby yang dilakukan, ada Rp 22 miliar dana pusat mengalir ke Lombok Timur.dan pekerjaannya sedang berjalan.belum dari kementerian lain.
” Inilah langkah yang kita lakukan mengatasi terjadinya pemotongan anggaran yang cukup besar tersebut,” paparnya.
