Sosialisasi Pembangunan Klinik Yatim dan Dhuafa Tersenyum, Pemkab Loteng Undang Toga, Toma dan Kadus
LOMBOKita – Pemkab Lombok Tengah menunjukkan keseriusannya untuk membangun Rumah Sakit atau Klinik Yayasan yatim dan dhuafa tersenyum, yang rencananya akan dibangun di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.
Pemkab Lombok Tengah mulai turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan rencana pembangunan klinik yatim, dengan mengundang sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan Kepala Dusun di Desa Labulia, Selasa 18 Juni 2024.
Klinik yayasan yatim dan dhuafa tersebut, akan dibangun di bekas pasar Sulin Desa Labulia, yang sudah lama tidak beroperasi.
“Pasar itu cukup lama dibangun, tapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal, maka akan dirubah fungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Lokasi ini juga sangat strategis untuk dibangun klinik karena berada di perbatasan,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah.
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah mengatakan, saat ini di Lombok Tengah memiliki sebanyak 29 Puskesmas untuk melayani kesehatan masyarakat.
Rencana untuk membangun klinik yatim dan dhuafa tersenyum merupakan program yang sangat baik.
“Program Pemkab Lombok Tengah saat ini sangat dekat dengan masyarakat, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Wakil Bupati mengatakan, setelah pembangunan klinik ini selesai, Pemkab Lombok Tengah sudah menyiapkan tenaga kesehatan yang saat ini sedang kuliah kedokteran.
“Alhamdulillah anak yatim penghafal Alqur’an kita sudah masuk kuliah kedokteran, dan kalau sudah lulus maka akan ditempatkan bekerja di Klinik yatim, begitu kebijakan Pemkab Lombok Tengah,” papar Nursiah.
Terpisah, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, saat ini jumlah anak yatim mencapai 12.226 orang berdasarkan pendataan dari tim.
Klinik yatim yang akan dibangun di bekas pasar Sulin Desa Labulia tersebut dipeerkirakan akan menelan biaya sebesar Rp40 miliar.
“Kita akan membangun dari dana sedeqah dihajatkan untuk yatim dan akan mempekerjakan anak yatim penghafal Alqur’an yang saat ini sedang kuliyah di di Fakultas kedokteran,” kata Pathul.
Klinik yatim dan dhuafa tersenyum akan dibangun di tanah Pemerintah dengan luas satu hektar lebih.
“Insyaallah, kita akan bangun dua lantai dulu dengan luas tanah 1 hektar lebih. Kita membangun di Desa Labulia karena wilayah perbatasan dengan Lombok Barat dan kita bisa menjalin silaturrahim antar Kabupaten,” paparnya.
