Staf Prokopim Pemkab Loteng Temukan Motornya Dijual di Facebook
LOMBOKita – Salah seorang staf di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Lombok Tengah , Japarsidik berhasil menemukan sepeda motor dinasnya yang dijual di Grup Jual Beli Facebook.
Japarsidik mengungkapkan, dirinya merasa curiga dengan satu unit motor tracker yang dijual di facebook, dan langsung mencoba transaksi dengan akun yang menawarkan barang tersebut.
“Baru melihatnya saja, saya yakin itu sepeda motor dinas saya yang hilang tanggal 8 Februari 2024 yang lalu,” ungkap Japar kepada wartawan, Rabu (13/3/2024).
Setelah janjian, Japar bersama penjual yang mengaku berasal dari Desa Batujai Kecamatan Praya Barat akhirnya bertemu di depan hotel yang ada di jalur baypass Batujai. Namun karena tawaran harga yang cukup tinggi, sepeda motor tracker itu urung dibeli, tetapi akan diusahakan mencari tambahan uang hingga malam.
Japar kemudian mencari tahu tentang sepeda motor tersebut kepada rekan-rekannya yang ada di Batujai. Kemudian pada malamnya mendatangi rumah orang yang menawarkan sepeda motor Tracker itu bersama temannya yang ternyata mengajak seorang intel Polisi.
Akhirnya terungkap bahwa sepeda motor Tracker tersebut dibeli dari seseorang yang berasal dari Lombok Timur yang kini dalam incaran aparat Kepolisian.
Sepeda motor Tracker tersebu kini diamankan di Mapolres Lombok Tengah untuk diproses lebih lanjut.
Diungkapkan Japar, sepeda motor jenis Tracker itu sama persis dengan kendaraan dinas yang dibawanya dan hilang di rumahnya pada awal Februari lalu. Yang berubah hanya pada Nomor Rangka dan Nomor Mesin kendaraan yang terlihat banyak cacat akibat gesekan gerinde.
“Bahkan sepeda motor itu sekarang telah memiliki BPKB tanpa STNK. Tetapi dari pisiknya, saya yakin itu kendaraan dinas yang saya bawa,” kata Fotographer Prokopim Kantor Bupati Lombok Tengah itu.
Japar berharap aparat Kepolisian bisa segera mengungkap kasus sepeda motor jenis Tracker yang hilang di rumahnya pada 8 Februari 2024 lalu.
“Laporan kehilangan juga sudah saya buat dan masih menunggu perkembangan dari Kepolisian,” harap Japarsidik
