Antisifasi Kasus Kekerungin, Bupati Lotim Kumpulkan Pimpinan OPD
LOTIM LOMBOKita – Mengantisifasi dampak kemarau yang menyebabkan terjadinya kekeringan di wilayah kabupaten Lombok Timur, Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. M. Juaini Taofik memimpin rapat koordinasi bersama kepala OPD, tekait strategi penanganan kekeringan yang melanda, bertempat di ruang kerja Bupati, Selasa, (5/9).
Bupati dalam rapat tersebut, mengatakan pemkab harus serius mengatasi dampak kekeringan yang terus meningkat akibat perubahan iklim, serta rencana langkah-langkah konkret untuk mengatasi kekeringan.
Menurutnya, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, daerah yang mengalami bencana kekeringan terjadi di 9 Kecamatan, 48 Desa, dan 213 Dusun, dengan jumlah KK sebanyak 23 ribu.
“Dampak kekeringan yang paling besar dirasakan berada di Kecamatan Suela, Jerowaru, Keruak, dan Aikmel,” katanya.
Selain itu, kekeringan yang berlangsung beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak serius bagi masyarakat. Kekeringan di Kabupaten Lombok Timur sebelumnya berada di level status siaga darurat,
namun banyaknya indikator terhadap kebutuhan air minum yang semakin meningkat mempengaruhi kenaikan level menjadi status tanggap darurat.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menghadapi tantangan kekeringan yang semakin kompleks. Untuk itu,
ia menegaskan pemberian jumlah bantuan air harus memenuhi skala prioritas sesuai dengan area dan tingkat kesulitannya.
Rakor ini diharapkan dilaksanakan dengan efektif, efisien, dan akuntabel, supaya air diserahkan sesuai dengan pembangunan birokratnya untuk mengurangi risiko kekeringan di Kabupaten Lombok Timur.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya melindungi sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat dari ancaman kekeringan yang semakin memprihatinkan.
