Semarak Perayaan HUT RI di Sakra Barat. “Dari Puisi Hingga Tari Saman”

LOMBOKita – Semangat kemerdekaan Indonesia terus bersemayam di Sakra Barat melalui perayaan yang tak terlupakan, “Merayakan Indonesia Merdeka” (MIM) Jilid VIII. Di lapangan umum Sakra Barat, beragam acara menarik berhasil menyatukan masyarakat dalam semarak peringatan kemerdekaan yang penuh makna.

Pada pembukaan acara, langit malam terhiasi oleh cahaya lembut lampion-lampion yang terbang tinggi, memancarkan harapan dan tekad untuk terus menjaga dan memajukan negara tercinta. Moment ini mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Salah satu puncak emosional dalam acara ini adalah penampilan khusus dari Egy, seorang bocah berbakat dengan kemampuan luar biasa dalam menyampaikan puisi.

Puisi “MataLuka sengkon Karta” yang dibawakan oleh Egy berhasil menyentuh hati seluruh penonton dengan lirik yang dalam dan emosi yang kuat. Keberanian dan keterampilan Egy dalam memerankan puisi ini patut diacungi jempol.

Drama kabaret yang ditampilkan juga berhasil memukau hadirin. Pesan-pesan patriotik dan cerita inspiratif yang dihadirkan oleh para pemain drama menghadirkan tawa dan juga refleksi mendalam tentang arti kemerdekaan dan persatuan.

Tak lupa, tari Saman juga menjadi daya tarik utama acara. Keahlian dalam mengkoordinasikan gerakan serta semangat gotong royong yang terpancar dari setiap penari menggambarkan semangat kebersamaan dalam meraih tujuan bersama. Tari Saman berhasil menyatukan semua kalangan dalam alunan ritme yang memukau.

Masyarakat juga disuguhkan dengan tari khas daerah, Tari Oncer, yang dipentaskan oleh siswa-siswi SMPN 1 Sakra Barat. Kreativitas mereka dalam memadukan unsur tradisional dan modern menjadi pertunjukan yang mengagumkan, menjadikan budaya lokal tetap hidup dalam perayaan kemerdekaan.

Pemuda-Pemudi Sakra Barat yang dipelopori oleh Pemuda Desa Rensing juga turut berperan penting dalam suksesnya MIM Jilid VIII ini. Kerja keras dan semangat mereka dalam memajukan perayaan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan cinta tanah air adalah hal yang tak ternilai harganya.

Lapangan umum Sakra Barat sekali lagi menjadi saksi bisu semangat persatuan dan cinta tanah air. Melalui perayaan MIM Jilid VIII, kita diingatkan akan arti penting kemerdekaan dan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pahlawan demi masa depan bangsa yang lebih baik. /**