Penambang Batu Apung Sekitar Sirkuit Lantan 459 Tewas Tertimbun. Polisi Selidiki Penyebab
LOMBOKita – Euforia penyelenggaraan event Motorcross berkelas Nasional di Sirkuit 459 Lantan yang berlokasi di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah rupanya masih menyisakan persoalan.
Diketahui, di sekitar lokasi sirkuit masih dijadikan sebagai lokasi tambang batu apung ilegal oleh warga sekitar. Senin (15/8/2023), salah seorang penambang meregang nyawa akibat tertimbun dalam lubang galian batu apung miliknya.
Kapolsek Batungliang Utara, IPTU Ichwan Satriawan menyatakan, pihaknya membenarkan meninggalnya salah satu penambang Batu Apung di kawasan Lantan.
Dugaan sementara, penambang bernama Rumiah warga setempat meningga dunia di lokasi tambang akibat tertimbun di lubang tambang batu apung miliknya.
“Benar ada korban meninggal dunia dilokas tambang batu apung,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap akan melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya salah seorang penambang tersebut. Untuk keperluan penyelidikan, Polsek setempat langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis Polisi.
“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu,” ujarnya.
Pertamakali korban diketahui meninggal dunia oleh rekan seprofesinya sebagai penambang Batu Apung. Pada saat ditemukan, korban meninggal dunia tertimbun tanah dalam lubang sedalam dua meter.
“Saat ini tim masih terus bekerja mengetahui penyebab meninggalnya korban,” terangnya.
Sementara Kepala Desa Lantan, Erwandi menyatakan, pihaknya mengakui adanya tembang batu apung ilegal di sekitar sirkuit Motorcross 459 Lantan.
Terhadap aksi galian ilegal tersebut, pihak desa mengaku sering kali melakukan himbauan agar tidak melakukan aktivitas galian di lokasi tersebut.
“Sering kami himbau kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan aksi penambangan,” katanya.
Terhadap aksi penambangan ini, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan melakukan koordinasi ke Dinas terkait.
Pihaknya akan meminta bantuan Dinas terkait untuk turun kelokasi melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kita akan koordinasi nanti agar Dinas Terkait turun melakuka sosialisasi ke tengah masyarakat penambang,” tegasnya.
Dan akibat meninggalnya penambang, pihaknya memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan batu apung di lokasi tersebut. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan batu apung di lokasi tersebut.
“Kami pastikan tidak ada lagi masyarakat menambang dilokasi penambang batu apung,” paparnya.
