Jangan Ambil Material Pasir di Lotim, Kalau Tak Mampu Bayar Retribusi MBLB
LOTIM LOMBOKita – Para sopir dum truk yang mengeluhkan pembayaran retribusi MBLB, pengangkutan material pasir yang dibawa keluar Lombok Timur, masih berpelomik, antara sopir dengan pemerintah kabupaten.
“Pemungutan retribusi MBLB yang dilakukan pemkab,sudah tepat, dan kita dukung, dalam peningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lotim, apalagi material pasir tersebut dibawa keluar Lotim,” ungkap Eko Rahadi Ketua Foruk Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur.
Menurutnya, wajar pemerintah daerah menaikkan retribusi MBLB untuk PAD,kalau tidak mampu bayar retribusi, jangan ambil pasir dari Lotim,
” Pemkab harus tegas terkaiat persoalan ini,” katanya, karena akibat pengangkutan pasir ini, menyebabkan banyak jalan alami kerusakan.
” Kalau jalan rusak tak ada yang bertanggungjawab memperbaiki, justru para sopir dum truk memprotes kenaikan retribusi,” sebutnya.
Semestinya para sopir dum truk khususnya, bersukur masih di berikan kesempatan mengangkut material pasir untuk di bawa keluar Lombok Timur, bukan justru melakukan protes
” Lotim jangan hanya menerima apesnya saja dibalik pengangkutan material pasir ke luar tersebut,” ujarnya.
Karena yang menerima manfaat orang lain,sementara Lombok Timur hanya terima dampak lingkungan dan infrastruktur jalan rusak.
