Meminimalisir Resiko, Angin Puting Beliung Perlu Dikenali, Dipelajari dan Diwaspadai
LOMBOKita – Cuaca dengan segala problematikanya telah berlangsung berjuta-juta tahun lamanya sejak terbentuknya bumi dan segala isinya. Cuaca dengan segala problematikanya pun telah dirasakan dan didokumentasikan oleh manusia sejak pertama kali manusia mulai mampu menuliskan sejarahnya dan mengenal peradaban.
Cuaca adalah sesuatu yang lekat dan tidak pernah terlepas dari perjalanan kehidupan manusia mulai dari masa lampau hingga masa kini.
Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga dewasa, mulai dari yang terbelakang hingga yang terpelajar, miskin maupun kaya, pria maupun wanita, pejabat negara maupun rakyat jelata, tidak pandang bulu, semuanya akan terkena dampak dari kejadian cuaca yang berlangsung di tempat tinggalnya. Setiap orang tentu akan berharap agar cuaca selalu bersahabat dengan mereka, tapi sayangnya tidak setiap kejadian cuaca menguntungkan bagi manusia.
Di satu sisi, beberapa kondisi cuaca dapat mendukung manusia untuk mengais rizkinya. Akan tetapi di sisi yang lain, beberapa kejadian cuaca justru dapat menjadi penghambat bahkan menghasilkan bencana yang merusak dan meluluhlantakkan. Salah satu kejadian cuaca yang begitu ditakuti oleh masyarakat karena dapat menimbulkan kerusakan adalah angin puting beliung.
Apakah itu Angin Puting Beliung?
Angin puting beliung adalah angin yang bertiup dengan membentuk pusaran seperti belalai gajah dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 50 km/jam. Sedangkan di Amerika Serikat, angin puting beliung memiliki ukuran dan skala kerusakan yang jauh lebih besar yang lebih familiar disebut sebagai Tornado. Tornado berputar dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam dengan diameter putaran kurang lebih sebesar 500 meter.
Angin puting beliung biasa bertiup pada waktu dan tempat yang spesifik. Ia umumnya terjadi begitu singkat pada siang hingga sore hari dengan durasi waktu mulai dari hitungan detik hingga 5-10 menit dengan cakupan wilayah serangan yang begitu sempit/lokal. Angin ini biasa terjadi di peralihan musim antara musim hujan ke musim kemarau begitu pula sebaliknya.
Sebagaimana data statistik BMKG yang menyebutkan bahwasanya musim peralihan merupakan suatu periode dimana terjadi ketidakstabilan cuaca yang sangat potensial untuk terjadinya angin puting beliung. Kisaran luas wilayah yang diserang kurang lebih 1 – 2 Km2 tergantung dari besar kecilnya putaran angin puting beliung, dan umumnya menyerang wilayah-wilayah dataran rendah dengan bentuk permukaan yang landai.
Angin puting beliung dipicu dan terjadi oleh awan yang sangat besar menjulang yang disebut sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Kuatnya pergolakan udara yang berlangsung di dalam awan ini, dan rendahnya dasar awan yang mendekati permukaan bumi, membuat udara di bawah awan membentuk formasi pusaran yang berpusar hingga ke permukaan bumi. Pusaran ini akan melewati segala sesuatu di permukaan bumi serta membuatnya terlempar.
Apa gejala cuaca yang umumnya dirasakan sebelum Angin Puting Beliung terjadi?
Tanda-tanda awal kemunculan puting beliung umumnya bisa dirasakan pada pagi hari. Udara di pagi hari yang umumnya sejuk dan segar berubah menjadi begitu panas dan gerah. Jumlah tutupan awan di langit juga awalnya tidak terlalu banyak / tidak terlalu berawan. Namun mendekati siang hari, atau siang menjelang sore hari, didapati adanya pertumbuhan awan yang begitu cepat dan pesat. Yang tadinya jumlah awan tidak terlalu banyak tiba-tiba menjadi berawan / mendung.
Suhu udara yang dirasakan pun tiba-tiba berubah menjadi dingin dan sejuk dengan penurunan suhu mulai 3o hingga 4o Celcius dalam 1 jam. Ciri-ciri selanjutnya dapat dilihat adalah dari arah dan kecepatan angin yang dirasakan.
Angin yang awalnya bertiup secara stabil dari arah tertentu dengan kecepatan yang konstan, tiba-tiba pada siang atau sore harinya berubah arah dan bertiup lebih kencang. Kencangnya hembusan angin ini menyebabkan ranting pohon bergoyang dengan hebat, membuat kita kesulitan menggunakan payung, serta efek tahanan ketika kita mencoba berjalan melawan angin.
Bagaimana dampak kerusakan yang ditimbulkannya?
Kerusakan yang ditimbulkan oleh angin puting beliung tergantung dari ukuran dan lama waktu serangannya. Semakin besar ukuran dan semakin lama waktu serangan, maka dampak kerusakan yang ditimbulkannya pun akan semakin besar.
Pada bulan Februari tahun 2012, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat dan Kantor BMKG Stasiun Klimatologi NTB dihantam oleh angin puting beliung. Dimana pada waktu itu penulis sedang berada di tempat kejadian. Angin tersebut diawali oleh hujan lebat yang tiba-tiba turun dan hembusan angin yang sangat kencang. Sekonyong-konyong pusaran angin puting beliung datang melewati kompleks kantor, dan membuat tembok pembatas kantor sepanjang kurang lebih 100 meter ambruk. Beberapa genteng rumah dinas pun terlepas dan terlempar ke segala arah.
10 menit setelah cuaca buruk mereda, tim Stasiun Klimatologi NTB mensurvey tempat-tempat di sekitar kompleks perkantoran untuk meneliti dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh angin tersebut. Hasilnya didapatkan bahwa beberapa pohon-pohon di sepanjang jalan Kediri-Praya tumbang, sebuah rumah penggilingan padi ambruk, banyak rumah dengan genteng yang terlepas, dan beberapa papan iklan yang ambruk. Kejadian yang hanya berlangsung beberapa menit tersebut memberi dampak kerusakan yang sangat dahsyat.
Apa yang harus dilakukan ketika angin puting beliung terjadi?
Sebagaimana yang dijelaskan di dalam website resmi BPBD Provinsi NTB, yang harus dilakukan ketika angin puting beliung terjadi antara lain berlindung di bunker atau basement jika sedang berada di dalam gedung. Adapun jika sedang berada di luar rumah, maka langkah yang paling aman dilakukan ialah segera tiarap di tempat yang serendah mungkin atau berlindung di dalam saluran air dengan tetap melindungi kepala dan leher menggunakan lengan. Jika sedang berada di dalam mobil maka segera keluar dan mencari tempat perlindungan yang terdekat sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
Akhir kata, tingkah laku alam adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Kita tidak dapat menghentikannya. Yang dapat kita lakukan adalah mengenalinya, mempelajarinya dan mewaspadainya, untuk meminimalisir resiko kerusakan dan kehilangan jiwa yang dapat ditimbulkan karenanya.
