Bupati Lotim Perintahkan BPBD Droping Air Bersih ke 38 Terdampak Kekeringan 

LOTIM LOMBOKita – Tujuh kecamatan di Lombok Timur mulai mengalami kekurangan air bersih. Diantaranya  Jerowaru, Keruak, Sambelia, Suela, Aikmel, dan Lenek.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lotim mengajukan pendistribusian air minum untuk masyarakatnya yang mengalami kekurangan air bersih terebut

Hal itu diungkapkan Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy ‎saat memimpin rapat penanganan dampak kekeringan di Lotim yang bertempat di kantor Bupati Lotim,baru baru ini.

” Tujuh kecamatan dan 38 desa mulai terdampak kekeringan yang akibatnya mengalami kekurangan air bersih,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, meminta  agar BPBD segera melakukan dropping air bersih di tujuh kecamatan dengan 38 desa terdampak tersebut.  

Sementara itu dropping air bersih ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Agustus,September dan  Oktober mendatang. Dengan  dapat segera dilaksanakan. Karenanya administrasi untuk mendukung kegiatan tersebut diharapkan sesegera mungkin.

” Kita terus berupaya menanggulangi kekeringan telah melakukan berbagai upaya, termasuk pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan yang rutin mengalami kekurangan air bersih seperti di wilayah selatan,” tandasnya.

Mantan Dandim 1615 Lotim menambahkan ‎pada ahun 2022 ini Lombok Timur mendapat bantuan dari bank dunia untuk pemenuhan air bersih dengan dana sebesar Rp 151 miliar yang dibagi dalam dua tahapan. 

” Bantuan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan air bersih, sehingga tahun 2023 mendatang dropping air bersih tidak lagi diperlukan,” tambahnya.