Siswa SMAN 1 Praya Urunan Dana Santuni Anak Yatim, Dari Seratus Ribu Hingga Seribu Rupiah
LOMBOKita – Merayakan Rahman Rahim Day (hari kasih sayang tanggal 10 Muharram) tahun 2022, SMAN 1 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mengumpulkan dana santunan untuk disumbangkan kepada anak yatim piatu.
Informasi yang diserap wartawan, jumlah “pungutan” yang dibebankan kepada siswa dan siswi berkisar antara Rp20.000-Rp25.000. Beberapa wali murid mengaku terbebani dengan adanya kebijakan sekolah yang terkesan wajib dikeluarkan itu.
“Saya pribadi merasa sangat terbebani meski jumlah iuran yang diminta oleh anak saya sebesar Rp25.000,” kata salah seorang wali murid yang minta identitasnya tidak disebutkan kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).
Wali murid ini juga mempertanyakan sistem pengelolaan pungutan dana untuk anak yatim piatu tersebut, mengingat jumlah siswa SMAN 1 Praya cukup banyak.
“Bayangkan saja jika siswa siswi sebanyak seribuan lebih, berapa dana yang terkumpul, dan disalurkan kemana saja, seharusnya pihak sekolah memberikan penjelasan kepada siswa maupun pihak wali murid,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Praya, Kadian, M.Pd menegaskan, pungutan kepada siswa dan siswi itu bersifat sukarela (seikhlasnya) dan tidak ada paksaan.
“Kalau ada siswa siswi maupun pihak wali murid keberatan dan tidak setuju mengeluarkan, tidak ada masalah,” kata Kadian dihubungi wartawan, Jumat.
Sementara peruntukan dana tersebut, kata Kadian, untuk anak-anak yatim binaan SMAN 1 Praya di sekitar sekolah yang jumlahnya sekitar 60 orang.
“Saya cek ke pihak panitia, jumlah yang dikeluarkan anak-anak (siswa-siswi) bervariasi, ada yang Rp 5.000, ada Rp20 ribu, ada yang Rp100.000 bahkan ada yang saya lihat cuma seribu rupiah,” jelas Kadian.
Kadian menyebutkan, dana yang terkumpul dari dewan guru saja sebanyak Rp4,2 juta dan akan dilakukan santunan pada hari Senin usai upacara bendera di sekolah.
Pemberian santunan secara berkala kepada anak yatim di sekitar sekolah itu, tambah Kadian akan terus dilakukan setiap bulan.
“Acara ini sudah berjalan lama, sejak sepuluh tahun yang lalu,” tutup Kadian yang sebelumnya menjadi Kepala SMAN 4 Praya.
