Lepas Atlet PON, Bupati Loteng Pesan Jaga Semangat dan Tekad Menang

Acara pelepasan atlet PON Papua oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri

LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri bersama jajaran didampingi Ketua KONI Lombok Tengah M. Samsul Qomar melepas atlet PON NTB secara simbolis di kantor bupati, Jumat (10/09/2021).

Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan sangat mendukung KONI memajukan atlet prestasi sebagai bagian ikhtiar memajukan dan mengharumkan nama daerah.

“Terima kasih KONI yang sudah berupaya membangun dan menjembatani cabang olahraga prestasi sejauh ini,” jelas bupati.

Menurut bupati, meski dana pembinaan atlet belum maksimal, namun kondisi ini diharapkan tidak menjadi kendala dan rintangan untuk meraih prestasi,” ujar Ketua Partai Gerindra Lombok Tengah ini.

Bupati berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga semangat dan tekad menang.

“Semoga kalian bisa pulang membawa piala sebagai akhir dari perjuangan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati memerintahkan Sekda untuk mengkoordinasikan dengan OPD yang ada agar bisa memberikan sekedar bantuan tambahan dana kepada para atlet.

”Nanti Pak Sekda langsung koordinasi dengan Ketua KONI. Saya sudah amanatkan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Ketua KONI Lombok Tengah, M Samsul Qomar mengapresiasi langkah bupati dan komitmen pemda atas olahraga prestasi.

Qomar juga meminta kepada pemda untuk mengatensi pasca PON nanti berupa penempatan atlet berprestasi di BUMD maupun ASN atau BUMN yang ada di Loteng sebagai bagian dari semangat dan penghargaan atas prestasi yang pernah diraih.

Dia menyebut ada atlet PON peraih emas Munakip bernasib belum baik. “Jangan sampai atlet prestasi kita hanya honor dengan gaji Rp 400 ribu. Ini kan kurang baik,” cetus Ketua Pemuda Pancasila ini.

Samsul Qomar menyebutkan, ada 10 atlet yang berasal dari Loteng yang mewakili NTB pada PON XX Papua nanti . Diantaranya, Kempo, Tarung Drajat, Panjat Tebing, Taekwondo, Askab ( Futsal), Atletik dan Selancar Ombak.

Untuk atlet futsal akan diberangkatkan pada tanggal 20 September 2021, sementara yang lain bertahap sampai akhir bulan ini.

Saat ini semua atlet sudah dalam karantina Pelatda NTB.

“Kita sudah masuk karantina dan tidak boleh berinteraksi,” jelas Anggun Yolanda, atlet Panjat tebing andalan NTB ini.