Mahasiswa UGR Protes Denda Telat Bayar SPP
LOMBOKita – Puluhan mahasiswa melakukan aksi demo di kampus Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang berdiri megah di Anjani Lombok Timur, Senin (12/10/2020).
Para mahasiswa menuntut agar pihak kampus tidak memberatkan mahasiswa dalam pembayaran SPP, terutama berkaitan pembayaran denda bagi mahasiswa yang terlambat membayar.
“Kami melakukan aksi ini, bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa,” ungkap Dini, orator aksi dalam orasinya.

Mahasiswa juga menuding pihak kampus tidak transparan kepada mahasiswa. Mereka menduga adanya “persekongkolan” di kampus sehingga merugikan mahasiswa.
“Banyak kebobrokan di UGR ini, kami meminta untuk segera diperbaiki agar UGR menjadi lebih baik,” ujar orator lainnya, Arif.
Para mahasiswa juga menilai UGR tempat kuliah orang yang kurang mampu, tapi dalam kenyataannya telat bayar SPP malah dilakukan denda.
“Kami juga mempertanyakan uang kegiatan mahasiswa yang tak jelas juntrungannya, sehingga pihak kampus tak menjalankan fungsinya dengan baik, karena tidak ada transparansi,” ucapnya.
Dalam pernyataan sikapnya, Kordum Aksi, Arif Rahman Hakim meminta kampus untuk menghapus sanksi denda bagi mahasiswa yang terlambat membayar SPP serta meminta kampus memperbaiki birokrasi kampus.
Para mahasiswa aksi juga meminta agar pihak kampus menaikkan keuangan untuk segala bentuk kegiatan kemahasiswaan dan buat plang kampus UGR.
Dalam aksi tersebut, tidak ada satu pun pihak kampus yang menerima para pengunjukrasa sampai aksi berakhir. Mereka mengancam akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspon oleh pihak kampus.
