AMSI Ajak Media dan Pengguna Medsos Sebar Berita Positif terkait Covid-19
LOMBOKita – Koordinator Asosisasi Media Siber Indonesia (Korwil AMSI) untuk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Yatimul Ainun mengajak seluruh media dan pengguna media sosial di Indonesia untuk tidak menyebarkan berita bernuansa negatif soal virus corona atau Covid-19.
Berita-berita negatif tentang virus corona hanya akan membuat masyarakat panik
Karenanya, Yatimul Ainun mengajak para insan pers untuk secara bersama-sama ulas informasi dan tulis berita soal Covid-19 dengan kemasan yang sangat memberikan semangat dan tidak membuat orang panik dan takut. Tapi tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
“Tulislah informasi atau berita di media dan media sosial yang bersifat humanisme. Hal itu yang harus ditonjolkan,” ungkap Pemimpin Redaksi TimesIndonesia.co.id itu.

Yatimul Ainun juga mengajak kalangan media untuk menyajikan informasi dan memberitakan soal kerja keras para tenaga medis yang bekerja keras tak kenal waktu di garis depan, jauh dari keluarga bahkan kadang harus rela meregang nyawa demi membantu korban.
Ainun juga menekankan agar jangan kaitkan dan membuat narasi soal virus corona dengan agama tertentu.
“Pemerintah daerah dan pusat diharapkan bersinargi. Jangan malah bertindak yang membuat masyarakat takut dan panik,” tegas Yatimul Ainun.
Mari bersama-sama menjadi relawan bagaimana bisa membantu memikirkan kondisi korban dan bagaimana cara menangkal virus corona segara bisa dibasmi.
“Berhati-hatilah menulis data dan informasi yang diterima. Cek kebenarannya. Cek fakta yang sebenarnya. Jangan mudah disebarkan. Sebarkan berita yang memberikan semangat pada publik,” pungkas Yatimul Ainun.
Menurut Ainun, saatnya media dan pengguna media sosial di Indonesia untuk mengulas berita atau informasi yang bernilai humanisme untuk disebarkan ke publik. Bukan membuat berita yang hanya mencari sensasi dan menebar ketakutan bagi publik.
Tinggalkan Balasan