Banyak Nelayan Belum Ikut Asuransi

LOMBOKita – Masih banyak nelayan di Lombok Timur, belum ikut asuransi khususnya asuransi mandiri, sebelumnya pemerintah telah mensubsidi untuk mengangsuransikan 4600 nelayan, hanya saja subdisi hanya berlaku setahun,

Bagi nelayan yang telah masuk asuransi, mereka telah mendapat polis, tetapi mereka tak bisa mengklaim, lantaran masa berlakunya asuransi terseut sudah  habis.

“Sebelumnya ada 4600 nelayan di daftarkan asuransi, tetapi, masa berlakunya telah habis,” ungkap Aziz Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan perikanan Lombok Timur.

Sehingga menurut Azis, banyak nelayan yang tak bisa mengklaim polisnya, “bagi nelayan yang masuk asuransi, mereka bisa klaim Rp 200 juta bagi nelayan yang meninggal dunia,” ucapnya.

Dari 4600 nelayan yang mendapatkan subsidi untuk asuransi, hanya 17 orang yang berhasil mengklaim, karena meninggal dunia. “Bagi nelayan yang tak bisa klaim polisnya, lantaran masa berlaku habis, mereka di arahkan untuk mengikuti asuransi mandiri,” sebut Azis.

“Karena subsidi pemerintah sudah tak ada, para nelayan kita sarankan menggunakan asuransi mandiri, dan hal ini telah di sosialisasikan,” ujarnya.

Untuk menjadi peserta asuransi mandiri, nelayan hanya membayar polis Rp 170 ribu pertahunnya.

“Kedepan.kita akan usulkan pada Pemerintah, agar nelayan yang belum memiliki asuransi, dapat di subsidi melalui dana APBD,” sebutnya, karena jumlah nelayan Lombok Timur mencapai 13 ribu orang.

“Kedepan kita akan usulkan kepada pemerintah, agar para nelayan yang belum masuk asuransi,  dapat disubsidi melalui dana APBD,” sebutnya.