Usung Tagline Desa Danger TANGGUH, Hulyani Seorang Wartawan Mantapkan Langkah Menuju Pilkades Serentak 2027
LOTIM LOMBOKita – Bakal calon Kepala Desa Danger, Hulyani, http://S.KH., mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Mengusung tagline _Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH_, Hulyani menawarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan pada transparansi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan masyarakat.
Hulyani mengatakan, kontestasi Pilkades tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Menurutnya, momentum demokrasi tersebut juga harus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
“Ini proses demokrasi yang menjadi ruang bagi kita, tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri, khususnya bagi kita yang ada di Desa Danger,” kata Hulyani.
Dia mengakui setiap bakal calon memiliki pandangan dan konsep masing-masing dalam membangun desa. Karena itu, bersama para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat TANGGUH, ia ingin membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam konsep pembangunan yang ditawarkan.
*Pertama*, mendorong transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Hulyani menilai keterbukaan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
*Kedua*, meningkatkan kualitas SDM sebagai faktor penunjang pelayanan. Dia menilai aparatur desa perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal, dengan semangat gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
*Ketiga*, memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada kemandirian desa.
“Pemberdayaan harus berdampak terhadap kemandirian desa. Semua sektor yang ada di Desa Danger perlu dikembangkan dengan semangat kebersamaan dan sinergitas. Semua elemen harus terlibat, karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
*Ajak Masyarakat Bersatu di Tengah Keterbatasan Anggaran*
Hulyani mengatakan, semangat TANGGUH juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi tantangan pembangunan, terutama di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan strategi, kerja sama, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program berjalan optimal. Sinergi dengan pemerintah daerah dan anggota DPRD menjadi salah satu hal penting.
“Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, teman-teman anggota dewan, serta seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik dan sinergitas harus dibangun agar kita bisa bersama-sama membangun desa di tengah kondisi anggaran yang ada,” jelasnya.
*Siap Menang dan Siap Kalah*
Terkait persaingan Pilkades serentak 2027, Hulyani menyatakan kesiapannya menerima apa pun hasil dari proses demokrasi tersebut.
“Siapa pun dia, menang harus siap, kalah pun harus siap, karena dalam sebuah proses tidak mungkin semua akan menang. Kami bersama Sahabat TANGGUH siap menerima apa pun hasil dari proses yang ada,” tegasnya.
Hulyani berharap Pilkades Desa Danger dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah pembangunan desa ke depan melalui tata kelola yang transparan, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih mandiri.
