Refleksi 91 Tahun Madrasah NWDI: Merawat Warisan Perjuangan, Meneguhkan Pendidikan, Menyiapkan Generasi Masa Depan
Refleksi 91 Tahun Madrasah NWDI: Merawat Warisan Perjuangan, Meneguhkan Pendidikan, Menyiapkan Generasi Masa Depan
oleh DR Mulyadi
Ketua yayasan pondok pesantren Al Istiqomah NW Lendang Baru
LOTIM LOMBOKita – Memasuki usia 91 tahun, Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor menjadi momentum refleksi untuk merawat warisan perjuangan, meneguhkan pendidikan, dan menyiapkan generasi masa depan.
1. Merawat Warisan Perjuangan
Madrasah NWDI didirikan oleh Pahlawan Nasional TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid pada tahun 1937 di Pancor, Lombok Timur. Pendirian ini menjadi tonggak sejarah pergerakan keagamaan dan pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat.
Merawat warisan perjuangan bukan sekadar mengenang sejarah secara seremonial, melainkan menghidupkan kembali spirit utama pendiri: semangat keikhlasan, ketakwaan, kepedulian sosial, serta nasionalisme dengan prinsip Yaqin, Ikhlas, Istiqamah.
Implementasi praktisnya adalah menjaga sanad keilmuan, tradisi literasi keislaman, dan nilai kebangsaan agar tidak tergerus modernisasi yang tidak berakar pada jati diri bangsa dan keislaman.
2. Meneguhkan Pendidikan
Madrasah NWDI perlu terus memperkuat kelembagaan, mutu kurikulum, sarana prasarana, serta kualitas pendidik dan tenaga kependidikan agar relevan dengan tuntutan zaman.
Meneguhkan pendidikan berarti memadukan secara harmonis antara ilmu agama (Tafaqquh Fiddin) dan ilmu pengetahuan umum, sains, serta teknologi modern.
Manajemen dan penguatan karakter berbasis nilai-nilai ke-NWDI-an harus tetap menjadi fondasi moral dalam membina kedisiplinan, akhlakul karimah, dan kepemimpinan para santri dan peserta didik.
3. Menyiapkan Generasi Masa Depan
Menghadapi era kecerdasan buatan (AI), globalisasi, dan menuju Indonesia Emas, alumni Madrasah NWDI dituntut memiliki kompetensi abad ke-21: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, dan Digital Literacy.
Lulusan madrasah tidak hanya disiapkan menjadi alim ulama atau tokoh agama, tetapi juga profesional, akademisi, pemimpin birokrasi, dan wirausahawan yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan identitas keilmuannya.
Keberlanjutan dan inovasi juga harus dilakukan melalui terobosan metode pembelajaran hybrid/digital learning, pengembangan jaringan kemitraan nasional maupun internasional, serta penguatan riset dan pengabdian masyarakat.
Refleksi 91 tahun Madrasah NWDI adalah momen bertautnya akar tradisi yang kokoh dengan pohon keilmuan yang rimbun serta buah kontribusi nyata berupa generasi unggul pemakmur bangsa dan agama.
