Antisipasi Kekeringan Parah, Pemkab Lombok Timur Siapkan BTT dan Minta Masyarakat Gelar Doa Bersama

Keterangan foto: Bupati Lotim H Haerul Warisin

LOTIM LOMBOKita — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersiap menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan memburuk pada musim kemarau tahun ini. Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin mengimbau seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan guna memohon kelancaran hujan.

​Bupati menyampaikan bahwa fenomena kekeringan panjang pada periode sebelumnya telah berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi masyarakat. Banyak petani mengalami gagal panen akibat ketersediaan air yang minim untuk menyiram pesemaian padi, yang pada akhirnya memicu peningkatan angka kemiskinan.

​”Kita harus dari awal memohon pertolongan kepada Allah. Jangan setelah kita ‘kebakaran’ atau menghadapi dampak yang parah, baru kita teringat. Upaya ikhtiar dan doa ini harus berjalan beriringan,” ujar Bupati saat ditemui usai menghadiri sholat Istisqo.

​Memasuki bulan Oktober, yang biasanya menjadi awal musim hujan (periode Oktober–Maret atau Okmar), belum terlihat tanda-tanda tingginya curah hujan. Kondisi ini mulai memengaruhi ketersediaan air bersih bagi warga.

​Pihak PDAM dilaporkan telah menerapkan sistem penggiliran distribusi air bersih di sejumlah wilayah untuk memastikan pasokan tetap merata, meskipun reservoir dan jaringan distribusi sudah siap.

​Di sektor pertanian, Pemkab memprediksi dampak yang cukup berat bagi para petani yang sudah terlanjur menanam. Tanaman berisiko mati jika krisis air terus berlanjut. Oleh karena itu, Pemkab Lombok Timur telah mengambil langkah-langkah mitigasi teknis:

​menurut Bupati. Pihaknya telah mengumpulkan jajaran PDAM dan dinas terkait guna merumuskan skema pengairan serta penanganan darurat air bersih.

​Menyiapkan alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menanggulangi dampak kekeringan jika situasi memburuk.

Ironn juga engimbau seluruh camat dan kepala desa untuk menggelar kegiatan serupa di wilayah masing-masing guna menguatkan kebersamaan dan spiritualitas warga.

​Berdasarkan pemantauan dan peringatan dini dari BMKG, Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terancam dampak kekeringan cukup tinggi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya menekan risiko krisis air agar aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat tetap terlindungi.