Komitmen Majukan Desa, Calon Kades Pengenjek Irawan Susiadi Siap Wadahi Potensi Pemuda Lintas Dusun
LOMBOKita – Mengembangkan potensi kepemudaan, mulai dari olahraga, seni budaya, serta potensi lainnya, menjadi salah satu fokus Calon Kepala Desa Pengenjek, Irawan Susiadi.
Ia mendorong agar para pemuda di Desa Pengenjek dapat mengembangkan potensinya masing-masing.
“Di setiap dusun itu berbeda-beda potensi kepemudaannya. Contohnya, di Berembeng selain sebagai industri pande besi, potensi pemudanya di sepak bola. Di Pengenjek, bulu tangkis, dan di Beber, bola voli,” jelas Irawan Susiadi kemarin saat melakukan kunjungan di RT Kebon Nanas, Beber, (02-10-2026).
Perhatian tersebut menjadi salah satu komitmennya untuk memberikan dukungan sekaligus ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan bakat serta kemampuan yang dimiliki.
“Para tokoh orang tua kita juga harus dilibatkan sebagai pemotivasi, pendukung, sekaligus support untuk pemuda. Seandainya pun dengan dana desa yang terbatas, potensi-potensi dan keinginan para pemuda tetap bisa diakomodasi.
Dengan terlibatnya para tokoh dalam sebuah desa, intinya adalah pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa, sebagai fasilitator untuk bertemu. Jika seorang kepala desa bisa meluangkan waktu untuk mau tahu potensi dan bakat para pemudanya, sekaligus kepala desa itu bisa menjembatani keinginan pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maka semua kegiatan insyaallah bisa dilaksanakan.”
Lebih lanjut, Adi, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pengembangan di sektor kepemudaan dan keolahragaan tidak hanya sebatas keinginan semata tanpa adanya tindakan. Dirinya juga akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pariwisata dalam pengembangan tersebut.
Selain itu, pria yang kerap disapa Adi tersebut membawa visi mewujudkan Desa Pengenjek yang religius, mandiri, transparan, dan sejahtera.
Kemudian, misinya adalah meningkatkan pelayanan publik yang cepat, ramah, dan transparan; mengembangkan ekonomi desa serta memberdayakan UMKM dan pemuda; membangun infrastruktur yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan; serta mewujudkan pemerintahan desa yang amanah, religius, gotong royong, dan berintegritas.
“Potensinya ada dan tempatnya ada. Nah, sekarang yang harus dituntut itu bagaimana seorang kepala desa itu tahu potensi pemudanya, tahu permasalahan pemudanya, dan tahu keinginan para pemudanya mau dibawa ke mana,” tutupnya.
