Kwarcab Lotim Jadikan Edukasi Sampah Program Bina Muda Hingga Tingkat Ranting
LOTIM LOMBOKita – Ketua Kwarcab Lombok Timur, H. L. Ahmadi, menegaskan komitmen Gerakan Pramuka dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya persoalan sampah yang kerap muncul dalam setiap kegiatan berskala besar.
Terkait sampah, Ahmadi menjelaskan bahwa edukasi terus dilakukan kepada adik-adik peserta, baik sebelum, saat, maupun sesudah kegiatan.
“Sekali lagi jelas memang edukasi kita terhadap adik-adik sebelum maupun saat dan sesudah kegiatan tetap kami lakukan. Inilah fenomena kita, tidak hanya di sini bahkan sampai di event-event nasional pun sampah menjadi persoalan,” ujar Ahmadi.
Ia memastikan usai kegiatan Raimuna Cabang di Kebun Raya Lemor, lokasi perkemahan akan bersih dari sampah.
“Usai giat Raimuna, masalah sampah dari datang hingga pulang akan bersih dari sampah. Dan pembersihan sampah ini pun dibantu oleh pengelola,” tegasnya.
Menurut Ahmadi, dalam setiap kegiatan, Gerakan Pramuka terus menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan, terutama berkaitan dengan sampah.
Gerakan Pramuka akan terus mengedukasi anggotanya agar tidak membuang sampah sembarangan, sejalan dengan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma sebagai kode moral dan kode kehormatan Pramuka.
“Berkaitan dengan sampah yang menjadi persoalan, boleh dibilang kalau kita bilang persoalan global ya, khususnya kita di Indonesia dan di Lombok menjadi permasalahan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, edukasi pengelolaan sampah telah menjadi program Bina Muda Kwarcab hingga ke tingkat ranting. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan sampah, tetapi juga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Termasuk di dalamnya adalah penanggulangan sampah, bagaimana membedakan sampah organik dan anorganik sehingga bisa bermanfaat untuk kehidupan kita tidak hanya di masa kini tapi masa mendatang,” tutupnya.
