Aturan Deposit Sampah di Bukit Pergasingan Sembalun Dinilai Efektif Tekan Sampah Pendaki
LOTIM LOMBOKita – Penerapan aturan baru berupa sistem ceklis barang bawaan dan deposit sampah di kawasan wisata Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, terbukti efektif menjaga kelestarian alam.
Setelah berjalan lebih dari satu bulan, skema ini berhasil mengubah perilaku pendaki dan secara signifikan mengurangi timbulan sampah di sepanjang jalur pendakian.
Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, mengungkapkan dampak penerapan sistem ini sangat terasa pada kebersihan kawasan. Kegiatan pembersihan yang sebelumnya rutin dilakukan satu hingga dua kali seminggu, kini hanya dilakukan seperlunya.
“Alhamdulillah ternyata responnya sangat positif. Artinya, selama ini kita hanya clean up satu kali, itu pun sampahnya sangat sedikit sekali. Padahal sebelumnya kita setiap minggu, bahkan seminggu dua kali melakukan clean up,” ujar Royal saat ditemui di Sembalun, Sabtu (24/9).
Royal menegaskan, skema deposit sampah bukan berfokus pada denda atau mencari keuntungan, melainkan untuk edukasi dan perlindungan lingkungan. Sebelum naik, tas dan ransel pendaki diperiksa untuk mencatat barang-barang yang berpotensi menjadi sampah.
Pihak pengelola menetapkan jaminan deposit sebesar Rp10.000 per item barang bawaan. Bagi wisatawan yang ingin menghemat, pengelola menyediakan wadah isi ulang (tumbler) serta merekomendasikan repacking barang sebelum mendaki. Uang deposit akan dikembalikan utuh 100% saat pendaki turun membawa kembali seluruh sampah sesuai catatan ceklis.
“Strategi ini bukan semata-mata kita untuk mencari keuntungan. Kita justru sangat bangga ketika pendaki membawa sampahnya full turun sehingga uang depositnya pun kita kembalikan utuh,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi sampah hilang akibat gangguan satwa, pengelola juga mewajibkan pendaki mengikuti briefing sebelum pendakian.
“Sebelum naik itu kita berikan mereka informasi bahwa sampahnya harus disimpan dahulu di dalam tas biar tidak diambil monyet,” tambah Royal.
Melihat keberhasilan ini, pengelola berharap sistem serupa dapat diadopsi pengelola bukit pendakian lainnya di Sembalun.
Aturan ini mendapat sambutan hangat dari wisatawan. Salah satunya Hadi Wicaksono, pendaki asal Mataram yang baru pertama kali tektok di Bukit Pergasingan bersama istrinya.
“Kalau menurut saya pribadi sih ini bagus dan harus tetap ditekankan. Uang deposit kan tidak hilang, kalau ada bukti sampahnya kita bawa turun sesuai data saat naik, uangnya juga kembali. Menurut saya pribadi sangat efektif,” tutur Hadi.
Ia mengaku kondisi jalur pendakian kini jauh lebih bersih.
“Alhamdulillah tadi pagi saya tektokan jalurnya bersih. Banyak teman-teman yang bawa sampahnya turun juga,” jelasnya.
Ia berharap bukit wisata lain di Lombok dan NTB menerapkan sistem serupa.
“Alangkah baiknya kalau bukit lain juga mencontoh sistim pengelolaan seperti ini, Deposit sampah. Jadi sama-sama saling menjaga. Kita menikmati alamnya, jangan sampai mengotorinya apalagi sampai kita tinggalkan sampah kita,” tutup Hadi.
