Pemkab Lotim Tetapkan 31 Agustus Sebagai Hari Jadi Lombok Timur. dan Wajibkan ASN Pakai Adat Sekali Sebulan
LOTIM LOMBOKita – Perayaan Hari jadi Lombok Timur, akhirnya kembali di gelar pemkab Lotim di bawah kepemimpinan Paket SMART ( Haerul Warisin/Edwin Hadiwijaya), Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan peringatan Hari Jadi Lombok Timur akan di gelar setiap tanggal 31 Agustus. Penetapan ini dilakukan Sebagaimana telah dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Lotim termasuk hasil koordinasi dengan DPRD dan Forkopimda.
“Selama ini hanya Lombok Timur yang tak memiliki Hari ulang tahun, dan kerap menjadi pertanyaan para Bupati dan wali kota di NTB ini, ” Ucap Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, saat melantik penjabat kepala desa di Pendopo Bupati, Selasa (18/8).
Menurutnya, meski telah menetapkan Hari jadi Lotim tanggal 31 Agustus bukan berarti gelaran I Muharram tetap dilaksanakan. ” peringatan HUT Lotim yang menjadi sejarah Lotim ini, dapat diketahui anak cucu kedepannya.
” Untuk tahun ini perayaan HUT Lotim kita gelar secara sederhana, karena keterbatasan anggaran, karena untuk tahun ini perayaan HUT Lotim tak tertuang di APBD, ” Sebutnya.
lebih lanjut Bupati menjelaskan, peringatan Hari Jadi Lotim tahun ini, meski digelar secara sederhana tidak akan menghilangkan jati diri Lotim meski dengan berpakaian adat, serta meggelar hiburan dengan menampilkan artis lokal, tanpa mengundang artis papan atas .
” untuk HUT Lotim tahun ini, kita akan membagikan kupon makan minum bagi masyarakay, karena ketebataan, di targetkan 10 ribu kupon, ” Ujarnya.
Tidak itu juga, Warisin mengatakan, pada peringatan HUT Lotim tahun 2026, akan hadirkan tokoh agama yang juga mantan Gubernur NTB dua Priode yaitu DR HM Zainul Majdi ( TGB).
“Kita akan mengundang tokoh agama. Saya berharap mantan Gubernur NTB TGB bisa hadir untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Lotim,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab juga sedang menggodok rangkaian hiburan rakyat. Karena keterbatasan anggaran, Pemkab memilih menampilkan seniman lokal.
“Kita ingin undang bintang nasional tetapi karena anggaran tidak ada, kita gunakan lokal. Seperti Bapa Guru Gita KD,” katanya.
Selain peringatan Hari Jadi, Bupati juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lotim untuk menggunakan pakaian adat sekali dalam sebulan.
“Supaya ada warna kita. Setiap bulan ada pakai adat di kantor sekali sebulan,” tegasnya.
Menurut Bupati, penggunaan pakaian adat ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi identitas khas Lombok Timur di tengah masyarakat.
Dengan tetap memperingati Hari Jadi 31 Agustus dan menghidupkan tradisi melalui pakaian adat, Pemkab Lotim berharap nilai sejarah dan budaya daerah terus diwariskan kepada generasi mendatang.
