Polres Mataram Siapkan Pasukan Amankan Lebaran Topat

LOMBOKita- Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sekitar seribu personel untuk mengamankan perayaan “Lebaran Topat” yang merupakan salah satu tradisi rangkaian lebaran Idul Fitri di Pulau Lombok.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad, SIK, di Mataram, Minggu, mengatakan, sebanyak 1.000 personel yang disiapkan itu termasuk bantuan dari BKO Polda NTB, Pol Air serta anggota Sabara dengan berbagai peralatan SAR.

Lebaran Topat biasa ditrayakan seminggu setelah Idul Fitri, disebut demikian karena pada hari itu keluarga-keluarga yang merayakan biasa menghidangkan masakan dengan ketupat.

“Saat perayaan Lebaran Topat atau Ketupat, kami menyiapkan anggota semaksimal mungkin. Artinya, jika jumlah itu kurang kami bisa tambah,” katanya.

Selain itu, dua titik posko pengamanan yakni di Narmada dan Ampenan serta satu posko pelayanan Lebaran 2018, depan Mataram Mall juga masih siaga.

Dikatakan, untuk mengoptimalkan pengamanan saat perayaan Lebaran Topat, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polres se-Pulau Lombok sebab masyarakat yang merayakan Lebaran Topat akan menyebar di setiap lokasi objek wisata terutama kawasan pinggir pantai.

Pihaknya memprediksi, puncak kepadatan lalulintas akan terjadi pada pukul 13.00 WITA ke atas, sebab perayaan Lebaran Topat bertepatan dengan hari Jumat (22/6).

“Jadi kemungkinan, masyarakat mulai keluar rumah menuju lokasi ziarah makam dan objek wisata setelah shalat jumat,” katanya.

Khusus untuk masyarakat yang memilih merayakan Lebaran Topat di pinggir pantai, Kapolres mengimbau agar dapat menjaga anak-anaknya agar tidak berenang ke tengah laut.

“Bila perlu sebaiknya jangan berenang dan cukup merayakan Lebaran Topat di pinggir pantai saja, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara menyinggung tentang penggunakan kendaraan bak terbuka, Kapolres mengatakan, dalam atura kendaraan box terbuka untuk mengangkut orang menyalahi aturan.

Akan tetapi, karena alasan situasi kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan, tetapi jangan isi terlalu banyak sehingga bisa merugikan para penumpang.

“Sebelum jalan, kelaikan kendaraan sebaliknya dicek termasuk kondisi ban jangan sampai kempes, sebab itu bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya mengingatkan.