Bupati Lombok Timur Anggarkan Rp 500 Juta Perbaikan Jembatan Lendang Nangka Utara Yang Ambruk Akibat Bencana
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan keseriusan dalam menangani infrastruktur yang rusak demi kepentingan warga, seperti perbaikan jembatan di Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan konektivitas masyarakat desa tidak terputus dan aktivitas ekonomi kembali normal.
“Untuk perbaikan jembatan yang rusak ini, Pemkab anggarkan Rp 500 juta. Anggaran ini dipersiapkan agar jembatan tidak hanya sekadar bisa dilewati, tetapi juga kokoh dan aman bagi keselamatan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya disela Sidak di kantor Dinas PUPR Lotim, Selasa (20/1).
Dikatakan Iron, untuk pengerjaannya, dirinya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera bertindak. Karena kelancaran akses masyarakat adalah prioritas utama.
“Saya sudah sampaikan, jangan menunggu informasi apa pun, kerjakan sekarang. Soal nanti anggarannya dari mana, itu bisa dibicarakan kemudian,” pintanya.
Agar penanganan berjalan efektif, Bupati Iron membagi tugas menjadi dua tahap. Untuk penanganan sementara, dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar jembatan segera bisa diakses dalam waktu singkat.
“Untuk pengerjaan permanen menjadi tanggung jawab Dinas PUPR dengan standar teknis yang lebih kuat,” jelas Haerul Warisin yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Lotim ini.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan menunggu bantuan pusat turun terlebih dahulu. Mekanisme yang akan ditempuh adalah mengerjakan proyek terlebih dahulu, baru kemudian mengajukan penggantian anggaran (reimbursement) ke BNPB sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan semata-mata agar proses pembangunan tidak tertunda lama.
“Dengan kesiapan dana Rp 500 juta ini, diharapkan akses transportasi di Desa Lendang Nangka Utara dapat segera pulih,” sebutnya,dengan demikian mobilitas warga dan distribusi hasil bumi tidak lagi terhambat.

