Sekda Lotim: Layani Masyarakat Saat Berdemo Dengan Humanis

Keterangan FOTO: Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik

LOTIM LOMBOKita – Terjadinya reaksi dan aksi di tengah masyarakat desa. Yang dilakukan masyarakat desa, seperti di beberapa desa di Lombok Timur. Masyarakat mendemo kepala desanya dengan berbagai tudingan.

Era demokrasi, reaksi dan aksi ditengah masyarakat yang muncul hal biasa tinggal bagaimana menghadapi dan mengkomonikasiman permasalahan tersebut

“Alangkah baiknya permasalahan di desa di selesainan di tingkat desa. Mengedepankan musyawarah mufakat ” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur HM Juaini Taofik, pada wartawan, Selasa (6/1).

Menurut Sekda, desa memiliki otonomi sendiri dan harus mampu menyelesaikan masalahnya sendiri di desa dengan musyawarah dan mufakat.

“pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membantu menyelesaikan masalah di desa, namun tidak harus menyelesaikan secara langsung. tetapi pemerintah mendorong permasalahan diselesaikan di tingkat desa dengan musyawarah dan mufakat,” katanya.

Karena menurut Sekda, bahwa rekomendasi desa dijamin oleh Undang-Undang, karena di desa tersebut, ada pemerintahan desa, BPD, tokoh adat, dan lainnya, mereka harus bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan di desanya.

“permasalah di desa diselesaikan ditingkat desa. Karena desa yang lebih memahami permasalahan di desanya. Pemkab tidak bisa menjaga 1 x 24 jam permasalahan desa. Yang bisa menjaga desa ya masyarakat desa itu sendiri,” ujarnya.

Sekda juga meminta kepada Kepala Desa dan aparat desa lain, ketika ada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dengan demo, hendaknya di sambut dengan humanis.

“Jangan sampai ingin selesaikan masalah justru menghadirkan masalah baru. Kalau ada masyarakat yang datang unjuk rasa, mari kita terima. Jangan saling mengotot,” katanya.

Kemajuan desa sangat ditentukan kehamonisan antara lembaga pemerintahan dengan lembaga desa itu sendiri, termasuk dengan masyarakatnya.
” Terkaiat dugaan penyelewengan atau lainnya, serahkan ke pihak berwenang seperti insfektorat dan APH ( polisi jaksa). Terpenting sikap humanis terdepan ” pesannya.