Meski TKD Terpotong Rp 402 Milyar, Pekerjaan Fisik Tetap Ada

Keterangan FOTO:Kadis PUPR LombokTimur H Achmad Dewanto Hadi

LOTIM LOMBOKita – Meski transfer keuangan daerah (TKD) Lombok Timur tahun 2026 melalui dana alokasi khusus (DAK) terpotong capai Rp 402 milyar , program pengerjaan Fisik di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Ralyat (PUPR) Lombok Timur masih tetap ada.

” Meski pemotongan DAK capai ratusan miliar, pekerjaan Fisik masih ada,” ucap Kepala Dinas PUPR Lombok Timur 2 Achmad Dewanto Hadi.

Disebutkan Dewanto, tahun 2026, DAK jalan masih ada yang didapatkan Lotim senilai Rp 7 miliar. Kemudian DAK untuk proyek air minum sebesar Rp 4 miliar dan Sanitasi Rp 2,9 miliar, yang sebelumnya diusulkan melalui Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI).

Ditegaskan, dengan adanya penyesuaian TKD 2026, bukan berarti PUPR akan menganggur. Bahkan beberapa kegiatan tahun 2026 akan ditangani oleh PUPR. Diantaranya percepatan perbaikan jalan yang menggunakan sistem tahun jamak.

“Walaupun DAK kita juga terdampak. Kan tahun jamak kita yang kerjakan. Malah pekerjaan tahun 2026 banyak,” jelasnya.

Percepatan perbaikan jalan 2026 saat ini sudah berproses. Untuk percepatan perbaikan jalan melalui skema tahun jamak, terdapat sekitar 52 ruas jalan hotmix dan 11 ruas jalan lapen akan diperbaiki, dengan total panjang sekitar 165 Kilo Meter (KM). Titik perbaikan ini hampir tersebar di 21 Kecamatan di Lotim.

Adapun untuk pekerjaan air minum tahun depan, yang akan dilakukan ialah penambahan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) Spam Pantai Selatan di Desa Kotaraja, yang saat ini hanya 50 liter per detik, menjadi 100 liter per detik. Proses penambahan debit air saat ini sudah mulai dilakukan.

Diharapkan pada akhir Desember ini, debit 100 liter per detik itu sudah bisa terpenuhi. Termasuk penambahan jaringan ke rumah warga di desa Ekas Buana, maupun ke desa-desa yang belum tersentuh SPAM Pantai selatan.

“Komitmen kita dengan Direktorat air minum, SPAM Pantai selatan ini akan melayani 8 ribu sambungan rumah. Tahun 2025 ini ada sekitar 3.500 SR yang sudah terpasang. Kita akan tambah lagi,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Lotim Haerul Warisin menyebut setelah adanya kebijakan penyesuaian transfer daerah, membuat program dan kegiatan yang telah direncanakan oleh Pemkab Lotim kurang optimal. Tantangan mendasar Lotim ialah di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan publik serta permasalahan kemiskinan. 

“Kami harap semua OPD harus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat. Agar dapat mengoptimalkan program dan kegiatan pemerintah pusat, terutama yang selaras dengan visi misi kita,” katanya.

Presiden juga telah menginstruksikan agar kepal daerah maupun OPD untuk rajin-rajin ke Kementerian menjemput program. Bahkan beberapa hari lalu ia telah mengunjungi sejumlah kementerian.

Salah satu kementerian yang didatangi ialah Kementerian PU untuk menyampaikan kondisi jalan di Lotim. Meskipun Pemkab Lotim telah mengalokasikan anggaran dengan skema tahun jamak. Menurutnya anggaran tersebut belum mampu memperbaiki semua ruas jalan yang d kondisinya rusak.

“Kami sudah sampaikan supaya Kementerian PU bisa membantu menganggarkan untuk perbaikan jalan-jalan di Lotim. Karena kalau kita hanya mengandalkan anggaran tahun jamak, hanya sebagian yang bisa diperbaiki, “katanya