Sembilan Organisasi Pergerakan Melakukan Aksi Demo di Tiga Titik. “Aksi Demo Berlangsung Kondusif”

Keterangan FOTO : wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya saat menerima massa aksi demo di simpang empat kantor bupati, Senin (1/10)

LOTIM LOMBOKita – Aksi demo yang dilakukan Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam 9 organisasi pergerakan mahasiswi di Lombok Timur. Berlangsung kondusif.

Aksi demo dikantor Bupati, para mahasiswa di terima wakil Bupati HM Edwin Hadiwijaya. Wakil Bupatipun langsung merespon apa yang menjadi tuntutam massa aksinya, seperti halnya keterbukaan publik.

” apa yang menjadi tuntutan mahasiawa kita respon,seperti informasi pelayanan publik,” ucap Edwin.

Edwin juga meminta agar pergerakan mahasiswa tetap menjaga idealismenya dengan inteltualitas, Jangan sampai idealiemenya tercemari atau ditumpangi oleh pihak pihak tertentu.

” idealisme harus dijaga dengan intelektualitas,” tegasnya dan Pemkab akan tetap terbuka dalam hal.pelayanan publik, termasuk menggelar dialog dengan cara intelektual,” katanya

Dirinyapun mengaku prihatin atas kejadian dibeberapa wilayah yang berlangsung anarkis, dan memunculkan korban jiwa.” Atas nama pribadi dan pemkan, terhadap kejadian yang menimbulkan korban jiwa. Atas nama pribadi dan Pemkab turuy beduka cita dan berbelasungkawa,” katanya, seraya meminta massa aksi untuk menjaga kondusifitas Lombok Timur yang sudah kondusif ini.

“Silahkan sampaikan aspirasi, tetapi hindari aksi anarkis,” pintanya. Terhadap tuntutan ttansparansi Pemkab akan jamin keterbukaan transparansi.

Usai beraksi di kantor Bupati. Masa aksi bergeser melakukan aksi ke kantor Polres Lotim, aksi di Polrespun berlangsung kondusif, massa aksi diterima langsung oleh kapolres Lotim AKBP I Komang Sarjana di dampingi Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Eky Enderson.

” apa yang menjadi tuntutan massa aksi, kami akan tindak lanjuti, termasuk mengucapkan turut berbelasungkawa tragedi tewasnya pengendaro Ojol,” ucapnya.

Dan aksi serupa dilanjutkan ke kantor DPRD Lombok Timur, massa aksi diterima Ketua DPRD Lotim M Yusri bersama para ketua Fraksi dan Komisi. “Kami juga turun mengutuk ulah oknum anggota DPRI yang dinilai telah melukai hati rakyat, dan oknum itupun telah mendapat hukuman dari partai masing masing,” sebut Yusi.

Setelah puas berorasi dan menyampiakan aspirasi dan tuntutannya, massa aksipun membubarkan diri dengan tertib. Dengan pengamanan dan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan anggota TNI.