Halangi Perayaan Bau Nyale, Pagar Berduri Kaliantan Dirusak Warga
LOMBOKita – Pagar kawat berduri milik PT Temada Pumas Abadi di kawasan Tampah Boleq Pantai Kaliantan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dirusak warga, Minggu malam (4/2/2018).
Aksi spontan warga tersebut dilakukan karena merasa terganggu dengan kawat berduri di sepanjang lapangan Tampah Boleq yang biasanya digunakan warga mendirikan tenda setiap perayaan ritual Bau Nyale di pantai berpasir putih itu.
Aparat kepolisian bersaha menghalau warga agar tidak melakukan aksi pengerusakan, namun tidak berhasil karena jumlah personel kepolisian yang ada sangat terbatas, sementara ratusan warga yang berada di tempat itu tiba-tiba saja melakukan perusakan, tanpa ada yang komandoi.
Ratusan warga itu memutuskan kawat yang membentang, termasuk tiang yang terbuat dari beton dirobohkan. Bahkan pohon yang ditanam di dalam lokasi juga tak luput amukan warga.
Saat aksi itu juga, cuaca hujan lebat disertai angin kencang, sehingga seluruh tenda panitia maupun aparat keamanan disapu angin.
Salah seorang panitia Festival Kaliantan Bau Nyale, Syakbanul Amin membenarkan adanya aksi pengerusakan pagar kawat milik PT Temada oleh warga secara spontan.
“Aksi pengerusakan persis di depan panggung panitia dan kami melihat langsung kejadiannya,” kata Syakbanul Amin.
Ia menjelaskan pihaknya tidak mengetahui pasti penyebab pengrusakan tersebut, karena sedang fokus melaksanakan kegiatan. Tiba-tiba saja terdengar suara gaduh dan rebut dari para warga yang melakukan perusakan.
Sementara itu pihak PT Temada Pumas Abadi sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah tersebut.
Namun sebelumnya, pemerintah kecamatan Jerowaru telah melayangkan surat permintaan ke pihak perusahaan untuk segera membuka pagar 100 meter dari sempadan garis pantai, tapi tidak direspon oleh perusahaan itu.
“Kami sudah ajukan surat ke perusahaan tapi tidak ditanggapi,” tegas Camat Jerowaru, Lalu Zulkifli.

Komentar ditutup.