Warga Tanjung Aan Tolak Penggusuran, “Kami akan Melawan”

LOMBOKita – Warga Tanjung Aan sepakat untuk menolak rencana penggusuran yang akan dilakukan PT ITDC yang berencana melakukan pembangunan di tempat itu sesuai masterplan yang telah ditetapkan.

Para warga terutama yang berjualan di sepanjang sempadan pantai Tanjung Aan tidak ingin meninggalkan lokasi karena wisatawan telah mulai ramai berkunjung.

Mereka menegaskan telah susah payah menata dan mengenalkan wisata pantai berpasir putih itu kepada wisatawan, namun kini setelah ramai malah disuruh meninggalkan lokasi.

“Enak sekali mereka. Kami yang mengenalkan pantai Tanjung Aan ini kepada wisatawan, bukan ITDC, kok sekarang seenaknya mau menguasai lahan bahkan sempadan pantai, ” tegas salah seorang pemilik warung Pantai Tanjung Aan, Inang kepada sejumlah wartawan di Tanjung Aan, Sabtu.

Pemilik warung Rizki itu juga menuturkan, dulu sebelum ada lapak jualan di sepanjang sempadan Pantai, banyak terjadi kriminalitas sehingga para turis enggan untuk berkunjung. Namun setelah ramai lapak jualan, para turis merasa aman dan nyaman sehingga mulai berdatangan menikmati keindahan pantai hingga bermain surfing.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana penggusuran perusahaan BUMN itu, warga Tanjung Aan telah memasang sejumlah spanduk bertuliskan “Say No to ITDC” serta menancapkan beberapa bendera merah puting bertiang bambu runcing sebagai simbol bahwa sempadan pantai itu milik negara yang tidak boleh dikuasai oleh perorangan maupun Persero.

“Kami akan tetap bertahan dan tetap berjualan disini, karena ini tanah milik negara untuk kesejahteraan rakyatnya, ” ujar Inang didampingi sejumlah pedagang lainnya.

Sebelumnya, GM The Mandalika Wahyu menegaskan, batas akhir pengosongan lahan di sepanjang pantai Aan pada Sabtu tanggal 28 Juni 2025.

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777