Bupati Lotim Sikapi Komentarnya Yang Viral di Medsos ” Beda Pandangan hal Biasa “

Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin

LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin menanggapi santai terkait tanggapan banyak pihak, berkaitan dengan ucapannya saat melakukan kunjungan di teluk Ekas kecamatan Jerowaru Jumat (17/6) lalu, yang viral di media sosial (Facebook, grup washapp).
” Saya melihat di WA grup maupun facebook terkait tanggapan orang orang plus minus, itu hal biasa,” ucapnya.

Karena bagaimanapun, menurut Iron, tujuan baik untuk melakukan suatu perubahan yang akan dilaksanakan, pasti ada resikonya, ” tidak selamanya perubahan baik yang kita anggap baik itu, akan ditanggapi baik sama orang lain,terutama oleh orang orang tak tak memahami,” katanya.

Menurut Bupati, apa yang dilakukan tersebut,merupakan tindak
lanjut dari keluhan para pengusaha pariwisata yang disampaikan ketika rapat bersama. Dalam diskusi para pengusaha pariwisata itu menyanpaikan permasalahan lama yang tak pernah tuntas, dan tidak pernah diatensi pemerintah saat itu, termsuk dirinya melihat dari sisi pemasukan pajak yang di dapatkan, sebelumnya tinggi, tetapi belakangan ini turun signifikan.srhingga dilakukan evaluasi dengan mengumpulkan para pengusaha pariwisata tersebut.

” Kalau saya melihat dari sisi pendapatan pajak yang makin menurun,, sebelumnya besar, dan dilakukan evaluasi dengan mengumpulkan seluruh pengusaha pariwisata, dan terungkap penyebab pajak makin menurun,” sebut Ketua Gerindra Lotim tersebut kepada wartawan, Rabu (18/6).

Dari hasil diskusi itu, sebut Iron, para pengusaha pariwisata menyampaikan kalau sebelumnya, para tamu yang datang untuk surfing di teluk Ekas, menginapnya lima atau enam hari, sekarang tamu hanya menginap semalam dua malam, setelah itu pergi.

” Sebelumnya mereka menginap di dekat lokasi wisata (surfing) agar bisa menikmati,tetapi hal itu tak didapatkan, karena adanya desakan dari pihak lain, bahkan sampai diintimidasi oleh orang orang yang tidak menginap di tempat itu,” jelasnya

Hal inilah yang membuat para tamu tamu tersebut merasa tidak nyaman, sehingga berpikir karena tidak nyaman itulah mereka tidak lagi menginap di Lombok Timur, mereka akhirnya mengikuti yang dominan, mereka datang 30 orang untuk surfing menggunakan boat, dan membawa makanan sendiri dari luar, sementara para pedagang disekitar hanya sebagai penonton tak mendapatkan apa apa.

” Ini penyebab ekonomi masyarakat sekitar turun drastis, termasuk pendapat pengusaha pariwisata yang sudah berinvestasi besar menurun, sehingga terhadap permasalahan ini pemerintah mengatensi,” ujarnya.

Karena menurut Iron, para pengusaha pariwisata tersebut telah berinvestasi, seperti membangun hotel, penginapan dengan biaya mahal, berkorban besar, dengan harapan apa yang telah di investasikan tersebut, bisa di raih keuntungan dalam sekian tahun,, ” kalau masih seperti ini, mereka bisa bangkrut,” katanya.

Dan hal ini, bisa menyebabkan ketidak percayaan para investor untuk berinvestasi di Lombok Timur.dan kalau ini terjadi, maka kemajuan pariwisata Lombok Timur yang telah diuntungkan inipun, tak akan pernah terjadi lagi,maka sedikit demi sedikit persoalan yang terjadi dapat terselesaikan.karena dalam hal ini tidak ada yang dirugikan,

” Tidak ada yang dirugikan dalam hal ini, bahkan termasuk melarang itu tidak ada, kita hanya meminta ketertiban di lokasi wisata tersebut,” terangnya. Sehingga bagi tamu yang menginap di tempat itu, diberikan keluasaan, itu gunanya mereka nginap di tempat yang dekat dan nyaman, bukan justru tamu di intimidasi, bahkan ada tamu yang sampai di cekik, ini sudah menyangkut hukum, sehingga pemerintah melakukan atensi.tidak boleh kita abaikan permasalahan ini,

” Sebagai pemerintah kami harus melindungi masyarakatnya, agar masyarakat menjadi nyaman dan aman, itu gunanya pemerintah,” jelasnya, tetapi kalau dibiarkan semuanya terjadi seperti itu, akan sia sia usaha pemerintah yang lelah mendatangkan investor untuk berinvestasi, sementara kita sendiri tidak bisa menjaga daerah sendiri, dan hal ini menyebabkan para investor takut untuk berinvestasi.” Kerugianlah yang kita dapatkan,” tegasnya.

Kita menginginkan para pelaku wisata dan investor di Lombok Timur ini, nyaman dan aman dalam berinvestasi ,” kita hanya harapkan tamu yang datang ke Lotim aman dan nyaman,” harapnya, terkait persoalan apa yang viral di medsos biar saja, tidak masalah, ” yang jelas terhadap apa yang viral itu tergantung dari persepsi masing masing, melihat dari sudut mana,persepsi cara menyelesaikan masalah juga berbeda beda, ,” jelasnya, seraya berpesan kepada para pengusaha pariwisata untuk menjaga wilayah masing masing, berikan kenyamanan dan keamanan terhadap semua tamu yang datang.” Layani tamu dengan baik, agar mereka betah tinggal untuk berwisata, jadikan Lombok Timur tempat yang nyaman dan aman untuk berwisata,” paparnys.