Polres Lombok Timur Serius Tangani Kasus Penemuan Mayat Dikebun Jambu Sambalia

Keterangan FOTO : Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Dharma Y di dampingi Kanit Pidum saat bertemu dengan anak korban menyerahkan SPDP

LOTIM LOMBOKita — Kasus penemuan mayat Saripudin (50) seorang pria paruh baya di kebun jambu milik warga di Dusun Senanggalih Timur, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia Lombok Timur, Rabu (11/9/2024) lalu. Mendapat perhatian serius Satreskrim Polres Lotim.

Korban yang ditemuman meninggal tergeletak di bawah pohon jambu mete tertuyup tumpukan ranting dan sampah tersebut, memunculkan kecurigaan. Diduga kasus inu mengarah pada tindak pidana penganiayaan berat atau kejahatan terhadap nyawa.” Kasusnya dalam proses penyelidikan,melibatkan personil Unit Pidum serta personil Polsek Sambalia,” ungkap AKP I Made Dharma Yulia Putra

Disebutkan Dharma, Penemuan berawal dari laporan seorang warga bernama Ma’rup, yang saat itu sedang mencari rumput dan dipanggil oleh Sakrah, perempuan yang pertama kali mengetahui adanya mayat di kebun belakang rumahnya. Setelah dicek, Ma’rup segera melapor ke pihak kepolisian.

“Kami menduga adanya unsur kekerasan berat. Tapi sampai hari ini, masih banyak keterbatasan. Minimnya petunjuk di TKP dan tidak adanya saksi mata langsung menjadi tantangan utama,”katanya.

Dikatakannya, langkah penyelidikan telah dilakukan: mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, rekonstruksi awal di lapangan, hingga penerbitan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada keluarga korban.

Namun demikian, polisi belum dapat mengungkap secara rinci motif atau siapa pelaku dari dugaan tindak pidana tersebut.

Terlepas dari berbagai keterbatasan, komitmen kepolisian tetap tegas. Kasat Reskrim AKP I Made Dharma bahkan turun langsung menemui anak korban, untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan terkini penyidikan. Gestur ini mendapat apresiasi dari pihak keluarga yang selama ini menanti kabar dan kejelasan atas kematian ayah mereka.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Bapak Kasat Reskrim menemui langsung saya sebagai anak korban, mendengarkan kegelisahan , serta menjelaskan secara transparan bagaimana arah penyelidikan sedang diupayakan,” ujar Muhammad Ikhwan Azhari , Anak Korban.

Langkah ini bukan hanya soal membangun kepercayaan, tetapi juga menegaskan bahwa penegakan hukum adalah proses yang juga memanusiakan korban dan keluarganya.

Pihak kepolisian mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga sekitar TKP, untuk membantu proses penyidikan dengan memberikan informasi yang dapat memperkuat temuan di lapangan. Partisipasi publik dinilai sangat krusial untuk mempercepat pengungkapan kebenaran.

“Kami terbuka dan akan terus bekerja. Apabila ada informasi tambahan, kami akan langsung tindak lanjuti,” tambah AKP I Made Dharma.

Di tengah rasa kehilangan yang mendalam dan penantian panjang akan keadilan, masyarakat dan keluarga besar korban berharap agar cahaya keadilan benar-benar datang, bukan sekadar angin yang berlalu tanpa kabar.

Kami pun mencatat dan menghargai dengan tulus kerja keras serta kesungguhan Polres Lombok Timur dalam menangani kasus ini. Di tengah sorotan publik yang tak pernah surut, apa yang telah dilakukan aparat bukan hal kecil. Semoga kerja-kerja kemanusiaan ini terus dijaga dan dituntaskan dengan keberanian serta integritas.