Dinas Perindustrian Lotim Bidik Investasi Industri Pengembangan Porang di Lotim
LOTIM LOMBOKita – Dinas Perindustrian Lombok Timur melalui Bidang
Kerjasama Pengawasan dan Promosi Investasi, tengah memperkuat destinasi investasi industri tanaman porang, selain industri perusahaan tembakau.
Dinas Perindustrian saat ini
fokus mengembangkan pabrik pengolahan porang yang rencananya segera beroperasi dalam waktu dekat. Pabrik ini disebut-sebut menjadi satu-satunya di Lotim dengan kapasitas produksi mencapai 80 ton per hari,permintaan banyak tetapi ketersediaan lahan masih sedikit.
” pengembangan industri porang menjadi prioritas utama saat ini. Porang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun,yang menjadi tantangan saat ini. ketersediaan bahan baku,” ucap Irwan Agus Kepala Bidang Kerjasama Pengawasan dan Promosi Investasi Dinas Perindustrian Lombok Timur
Dikatakannya, untuk pengembangan industri porang ini, kebutuhan bahan baku sangat besar, jumlah petani porangpun masih terbatas. Pihaknya terus menggencarkan sosialisasi ke dinas instansu, termasuk mendorong partisipasi masyarakat.
Untuk memenuhi pasokan bahan baku porang tersebut, menurut Agus, Dinas Perindustrian Lotim telah menjalin kolaborasi dengan seluruh kabupaten di NTB. Tak hanya itu, pemanfaatan lahan tidur juga digalakkan, termasuk kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas dan Komando Distrik Militer (Kodim), untuk menanam porang di lahan mereka.
“Kami juga akan bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur untuk optimalisasi lahan hutan,dengan tanaman porang,” sebutnya.
Keunikan porang, menurut Agus, kemudahan budidayanya. “Porang hanya perlu ditanam sekali. Setelah panen, bibitnya tumbuh kembali secara alami, sehingga lebih efisien bagi petani,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada produksi bahan mentah, Dinas Perindustrian Lotim berencana melatih masyarakat mengolah porang menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso porang, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi lokal.
“Pelatihan akan dilakukan secara bertahap, melibatkan UMKM dan kelompok tani,” jelasnya.
Untuk pengembangan industri Porang ini, Pemkab telah bekerja sama dengan PT Sanindo Pirang Rinjani, untuk pembangunan pabrik, dan pabriknyapun dalam waktu dekat akan mulai beroperasi.
” kalau porang ini berkembang, tak hanya membuka lapang kerja,kesejahteraan masyarakatpun meningkat, termasuk memberikan sumbangan untuk PAD Lombok Timur ” jelasnya.
“Ini momentum untuk membangun ekonomi berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan,” pungkas Agus.
