Diduga Depresi Kakek 62 Tahun, Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri di Pohon Nangka
LOTIM LOMBOKita – Kasus gantung diri di Lotim marak, fenomena apakah ini?. Senin malam (21/4) Mursahan (62) Seorang kakek warga Dusun Tanak Betian,Desa Lendang Nangka,Kecamatan Masbagik Lombok Timur, ditemukan tewas gantung diri di pohon Nangka samping rumahnya.
Korban ditemukan gantung diri menggunakan kabel TV yang terikat dipohon nangka setinggi 3 meter, dugaan sementara korban akhiri hidup dengan cara gantung diri karena depresi, istrinya meninggal dunia17 April 2025 lalu.
Bahkan istri korbanpun sebelum meningal, pernah dua kali mencoba melalukan aksi bunuh diri, tetapi berhasil di gagalkan pihak keluarga. Begitu juga dengan korban sebelum memgakhiri hidupnya, sempat mengatakan sesuatu kepada anak anakanya, kalau dirinya akan menyusul isrtrinya yang telah meninggal dunia lehih dahulu.
Kasus kematian korban dengan cara gantung diri, pertama kali ditemukan anaknya, ketika akan mengantarkan makanan.karena sebelumnyq cucu korban mengantar makanan tidak menemukan kakeknya, dan pulang memberitahukan ayahnya.
Mendapat informasi korban tidak ada, saksi penasaran dan mengajak anaknya kembali untuk mencari kakeknya,karena korban belum makan, tetapi bak disambar petir ketika saksi dan anaknya. Melihat korban terbujur kaku ditali gantugan di samping rumahnya. Seketika itu juga saksi berteriak minta tolong, wargapun berbondong bondong datang ke TKP, dan secara bersama menurunkan korban dari tali gantungan.
Kasus gantung diri inipun dilaporkan ke polisi. Anggota Polsek yang mendapat laporan bersama tim inafis Polres dan petugas kesehatan datang ke TKP dan melakukan olah TKP.hasil visum dokter Puskesmas, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri, karena tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan lainnya di tubuh korban.
Kapolsek Masbagik melalui Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan kasus gantung diri di pohon nangka di wilayah hukum Polsek Masbagik.
” laporan langsung di tindak lanjuti, bersama tim Inafis dan petugas kesehatan turun ke TKP dan melalukan olah TKP, termasuk melakukan visum,” katanya.
Hasil visum tidak ditemukan bekas kekerasan atau lainnya di tubuh korban. Untuk otopsi pihak keluarga menolak,dianggap suatu musibah.
