Di Duga Terpeleset Saat Mau BAB.Pria 63 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Keterangan FOTO : aparat kepolisian bersama tim inafis dan dokter puskesmas saat berada di TKP penemuan mayat.

LOTIM LOMBOKita – Warga Dusun Suela Lauq, Desa Suela, Kecamatan Suela, Lombok Timur, digemparkan oleh penemuan mayat seorang petani berinisial Ridoan alias Amaq Hariyati (63) di Parit Belambang Selasa ( 19/4) tersangkut di pohon kelapa dalam parit yang tergenang air akibat hujan lebat.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga setempat, ketika pergi ke sawah, saksi dikagetkan saat melihat ada tubuh yang tersangkut di batang pohon yang ada di parit tersebut. Seketika ia memberitahukan saksi lain yang tak jauh dari TKP, setelah memastikan kalau yang dilihat itu korban, langsung memberitahukan aparat desa dan kepolisian.

Warga yang mendapat ceritapun berbondong bondong datang ke TKP. Dan bersama aparat mengevakuasi korban dari parit.sebelum diserahkan ke pihak keluarga polisipun melalukan olah TKP termasuk melakukan visum yang di lakukan dokter Puskesmas Suela.

Informasi yang di himpun, sebelum kejadian, korban pergi ke TKP untuk BAB, karena memiliki riwayat penyakit stroke, saat korban berada di TKP diperkirakan terpeleset dan terjatuh. Korban diperkirakan meninggal 2 – 3 jam sejak ditemukan..

Hasil visum dokter puskesmas, ditubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau lebam di tubuh korban. Dan korban diperkirakan meninggal dunia 2 – 3 jam setelah ditemukan. Dan kasusnya kini dalam penyelidikan aparat kepolisian

Kapolsek Suela melalui Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Osman yang dikonfirmasi membenarkan, adanya penemuan mayat di parit Belambang Suela tersebut, dalam kondisi tak bernyawa.

” saat mendapat laporan, anggota Polsek bersama Tim Inafis serta dokter Puskesmas langsung mendatangi TKP dan lakukan olah TKP,” ucapnya.

Dikatakannya, hasil visum dokter Puskesmas korban meninggal dunia diduga terpeleset, karena hasil visum tidak ditemukan bekas benda tumpul atau bekas lebam di tubuh korban.

” saat akan dilakukan otopsi. Pihak keluarga menolak, mereka menerima kematian korban sebagai suatu musibah,” katanya, karena menurut pihak keluarga kalau korban memiliki riwayat penyakit stroke. Dan korbanpun diserahkan ke pihak keliliarga untuk proses pemakaman.