Memprihatinkan, Ratusan Sekolah SD, SMP Di Lotim Alami Rusak Berat
LOTIM LOMBOKita – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur Jumadil ,mengaku prihatin melihat banyaknya sekolah yang kondisinya mengalami rusak berat. Dan hal ini membutuhkan perhatian.
” memang kita prihatin ada tercatat 135 sekolah di Lotim, yang kondisi sekolahnya mengalami ruaak berat,” ucapnya, di ruang kerjanya, Senin (4/8).
Menurutnya, sekolah yang alami kerusakan ini terjadi sejak kasus gempa melanda Lotim tahun 2018 lalu ” Hingga saat ini sekolah terdampak Gempapun belum bisa diperbaiki,” katanya.
Sementara anggaran untuk perbaikanpun minim, sehingga salah satu langkah pihaknya mencari panding panding, yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, seperti memperbaiki sekolah yang kondisinya alami rusak parah.
“Salah satu langkah yang dilakukan melakukan kerjasama dengan NGO ( panding), hal ini sekolah merasa terbantu,” katanya.seraya mengatakan, sekolah yang rusak berat akibat dampak Gempa 2018 lalupun, hingga sekarang belum tertuntaskan.
Disebutkan Jumadil, dana pokir yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan kerusakan sekolah, tak bisa diharapkan, pasalnya, pokir dewan yang ada di Dikbud bisa dikatakan tak tepat sasaran.
” dana pokir yang disalurkan selama ini sesuai keinginan dari pemilik, bahkan sekolah yang disentuhkan tak ada koordinasi dengan dinas, lokasi yang dipilihpun sendiri,disalurkan ditempat konstituen,” katanya.
Dirinyapun berharap Pokir anggota Dewan Lotim yang mencapai Rp 50 Milyar tahun ini yang ada di Dikbud, dapat disalurkan untuk perbaikan sekolah sekolah yang alami rusak parah.
” Kita berharap dana pokir dewan ini di arahkan untuk perbaikan sekolah yang rusak parah terutama ruang belajar,” pintanya.
Jumadilpun mengaku saking banyaknya ruang kelas yang alami rusak parah, dirinyapun kerab meminta pihak sekolah tak menggunakan ruangan kelas yang alami rusak berat untuk proses belajar mengajar.
” kekhawatiran selalu terbersit ketika siswa belajar di kelas yang ruas kelasnya rusak parah, ” jelasnya. Sebelum terjadi korban dirinya meminta pihah sekolah memanfaatkan tempat yang lain untuk PBM. Seperti belajar di tempat parkir sekolah dan tempat laun yang dirasa nyaman dan aman.
