Site icon LOMBOKita

Wali Kota: Munas Ulama Membawa Berkah

Pawai Ta'aruf pada acara penyambutan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di NTB. Foto: Dok. Panitia/ NusantaraNews

LOMBOKita – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, kegiatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama membawa keberkahan bagi Kota Mataram.

“Kehadiran para kyai, alim ulama, dan tuan guru kami yakini semakin membawa berkah bagi Kota Mataram,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, lanjut wali kota, telah ikut berperan dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan akan terus mengawal serta memberi kontribusi yang besar bagi NKRI.

Karena itu diharapkannya hasil dari Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 2017 di Kota Mataram ini nantinya dapat membawa hasil yang bermanfaat dalam kehidupan keumatan maupun kebangsaan di Indonesia.

“Semoga melalui kegiatan ini, Kota Mataram menjadi kota yang warganya semakin beriman dan bertakwa, menjadi kota yang aman dan sejahtera, dan dapat mewujudkan visi misi Kota Mataram yang maju, religius, dan berbudaya,” katanya.

Oleh karenanya, pemerintah kota dan masyarakat di kota ini memberi dukungan maksimal pada kegiatan yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan akan ditutup oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada tanggal 25 November 2017.


Demikian pula dengan berbagai rangkaian acara yang telah terlaksana dengan baik dan lancar, wali kota mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat untuk memeriahkan kegiatan besar tersebut sampai dengan selesai dan membawa hasil seperti yang diharapkan.

“Kegiatan berskala nasional yang digelar PBNU di Kota Mataram ini menjadi satu kehormatan dan kebanggakan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj dalam acara ramah tamah yang dilaksanakan pemerintah kota pada Rabu (22/11) malam menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan bagi Pemerintah Kota Mataram yang telah ikut mendukung berlangsungnya kegiatan Munas dan Konbes NU.

Kegiatan serupa dikatakannya juga pernah diselenggarakan di NTB sekitar 20 tahun yang lalu dengan dukungan Gubernur NTB pada saat itu.

Keberadaan NU sebagai organisasi Islam terbesar yang masih solid dan bersatu, diharapkan mampu mengarahkan umat muslim, khususnya anggota NU yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat menunjukkan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang nyaman, damai, toleran, dan moderat.

“Nasionalisme adalah bagian dari iman kepada Islam,” katanya.

Exit mobile version