Site icon LOMBOKita

Wakil Ketua MPR Dukung Pemutaran Film G30S/PKI

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid MA

LOMBOKita – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendukung pemutaran film G30S/PKI menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila agar bangsa Indonesia senantiasa taat kepada Pancasila serta tidak tercabik oleh komunisme.

“Pelarangan terhadap komunisme di Indonesia masih berlaku dan sudah sangat jelas. Dan agar bangsa Indonesia senantiasa mengingat akan bahaya PKI, tidak salah kalau kita menonton kekejaman G30S/PKI,” kata Hidayat Nur Wahid dalam rilis, Selasa.


Berita terkait:


Menurut Hidayat, film G30S/PKI garapan Arifin C. Noer itu memiliki makna yang besar karena film tersebut mengingatkan kepada tindak kekejaman yang pernah dilakukan oleh PKI terhadap bangsa Indonesia.

Politisi PKS itu juga mengaku setuju terhadap adanya wacana sejumlah pihak untuk membuat film G30S/PKI versi baru yang lebih sesuai dengan generasi milenial yang ada saat ini.

Namun, lanjutnya, film tersebut juga dinilai tidak boleh merusak esensi komunisme yang pernah dua kali berkhianat terhadap bangsa Indonesia.

“Film baru itu harus mampu merangkum berbagai kejahatan PKI yang pernah terjadi di Indonesia. Apalagi, PKI bukan hanya menjadi persoalan umat Islam, tapi sudah menjadi masalah bagi bangsa Indonesia”,” ucapnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan berbagai pihak agar jangan menganggap enteng tetapi seluruh kalangan warga diharapkan harus selalu mewaspadai bila ada gejala kebangkitan komunisme.

“Jika kita lengah, komunisme bisa bangkit di Indonesia dan menjalar ke belahan dunia lain,” kata Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, bisa bangkit atau tidaknya komunisme di Indonesia tergantung kepada situasi dan kondisi nasional.

Ia mengingatkan bahwa sebelum dibubarkan, Partai Komunis Indonesia dahulu adalah partai komunis terbesar di dunia setelah di Uni Sovyet dan Republik Rakyat China.

Untuk itu, ujar dia, selama TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 belum dicabut, maka seluruh lapisan masyarakat harus waspada dan terus pasang kuda-kuda menghadapi komunisme.

Dia juga menginginkan agar beragam bentuk kegiatan antikomunisme harus didukung, termasuk pemutaran film Pengkhianatan G 30S/PKI, yang kini juga tengah menjadi kontroversi di masyarakat.

Sufmi juga menyatakan, ancaman terbesar dan paling nyata yang sudah terbukti berbahaya bagi Pancasila adalah virus komunisme.

Exit mobile version