LOMBOKita – Sementara selokan London tersumbat dengan lemak yang terbuat dari minyak dan popok, tampaknya sistem limbah Swiss justeru dipenuhi perak dan emas, menurut sebuah laporan penelitian, Kamis.
Peneliti pada tahun lalu mendeteksi 3 ton perak dan 43 kilogram emas dalam limbah dan lumpur dari pabrik pengolahan air limbah, yang diperkirakan sekitar 3 juta franc Swiss atau sekitar 3,1 juta dolar Amerika Serikat.
Studi pemerintah mengatakan partikel kecil itu kemungkinan besar berasal dari industri pembuatan jam, farmasi dan kimia, yang menggunakan logam dalam produk mereka dan selama proses pembuatan.
“Tingkat emas atau perak sangat kecil, dalam mikrogram, atau bahkan nanogram, tapi bila Anda menjumlahkannya, itu cukup besar,” menurut penulis laporan Bas Vriens, Kamis.
Para peneliti sekarang sedang mempelajari apakah perlu untuk mengekstrak logam yang berakhir di lumpur limbah sebelum biasanya terbakar, namun sejauh ini hal tersebut membutuhkan biaya besar.
Kadar emas yang lebih tinggi ditemukan di Jura, wilayah barat Swiss, yang diyakini terkait dengan pembuatan jam yang menggunakan logam mulia untuk menghiasi jam tangan mahal mereka.
Ada juga konsentrasi yang lebih tinggi di selatan Ticino karena kilang emas di daerah tersebut. Tempat tersebut merupakan satu-satunya wilayah tempat yang mungkin masuk akal untuk mendapatkan kembali logam mulia tersebut, kata Vriens.
Elemen ainnya termasuk logam langka seperti gadolinium,yang digunakan dalam rekam medis, juga ditemukan oleh para ilmuwan dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perairan (EAWAG).
Penemuan mereka adalah contoh terbaru dari kekayaan Swiss yang menemukan kekayaan di tempat-tempat yang tidak biasa.
Konsentrasi logam Swiss telah memenuhi peraturan dan dibuang sebelum manusia meminum air lagi, menurut studi tersebut.

