Site icon LOMBOKita

SPPG Lenek Bantah Isu Ulat Dalam Menu MBG. Penyajian Dilakukan Sesuai SOP dan Ketat

Keterangan foto: Dapur SPPG Sari Rasa Lenek

LOTIM LOMBOKita — Isu dugaan temuan ulat di sajian ibu menyusui  dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lenek  mendapat klarifikasi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala SPPG Lenek, Baiq Taspiah Nika Pratanti, menegaskan bahwa informasi tersebut perlu disikapi secara objektif dan tidak langsung disimpulkan sebagai kelalaian sistematis.

Menurut Baiq Taspiah, seluruh proses pengolahan makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, pencucian berlapis, hingga proses distribusi kepada masyarakat.

“Kami memastikan bahan yang digunakan adalah bahan segar dan telah melalui proses pengolahan yang higienis. Kemungkinan adanya organisme kecil seperti ulat dari dapur produksi sangat kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Baiq Taspiah menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan selalu  dilaporkan melalui mekanisme yang sudah ada, termasuk kepada kader posyandu setempat. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait temuan tersebut.

Kalau memang ada temuan di lapangan, biasanya langsung dilaporkan ke kader posyandu. Setelah itu kami tindak lanjuti. Bahkan Asisten Lapangan (Aslap) sudah turun langsung melakukan pengecekan, dan tidak ditemukan adanya hal yang dimaksud.

“Aslan tak menemukan apa yang diisukan, saat pengecekan lapangan, ” Sebutnya.

Selain memastikan kualitas makanan, SPPG Lenek juga menegaskan bahwa sistem pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah memenuhi standar yang ditetapkan. IPAL yang dimiliki memiliki kapasitas hingga 6.300 liter dan mampu menghasilkan air buangan yang jernih, sehingga aman bagi lingkungan.

“IPAL kami juga sudah sesuai standar, dengan kapasitas 6.300 liter. Air yang keluar sudah jernih, jadi tidak ada persoalan dari sisi sanitasi,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, pihak SPPG Lenek tetap membuka diri terhadap evaluasi dan masukan. Investigasi internal terus dilakukan untuk memastikan sumber informasi secara pasti, sekaligus memperkuat sistem pengawasan agar pelayanan semakin optimal.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” tegasnya

Exit mobile version