LOTIM LOMBOKita – Ditahun 2025. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Rinjani Selong mampu lampau target bagi hasil pajak kendaraan bermotor , dari target Rp 77 miliar tembus ke angka Rp 83 miliar.
“Alhamdulillah. Kita lampau8 target penerimaan pajak kendaraan bermotor tahun 2025 berhasil terlampaui. Yaitu Dari target Tp 77 Miliar meningkat menjadi Rp 83 miliar,” ucap
Kepala Samsat Rinjani Selong, H. Abdul Aziz, Senin (29/12).
Menurut Azis, Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim dalam menggerakkan kepatuhan masyarakat. Sejak Januari, pihak Samsat telah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat bawah.
Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Juru Bantu yang bertugas melakukan sosialisasi langsung ke tengah masyarakat.
“Tingkat kepatuhan masyarakat tahun ini cukup bagus. Sosialisasi dan pengadaan informasi yang masif terbukti efektif mendorong warga untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak,” katanya
Azis juga mengatakan. Meski berhasil lampaui target. Namun pihaknya memiliki PR. Yaitu pajak kendaraan dinas ( randis) baik di Dinas maupun desa
“Kita temukan masih banyak randis yang menunggak pajak kendaraan alasan administrasi, BPKB atau STNK hilang ” sebutnya.
Meski demikian pihaknya memiliki langkah statrategis Yaitu akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk penerbitan stnk duplikat, sehingga proses pembayaran pajak bisa berlanjut
“Untuk kendaraan yang sudah tidak layak pakai, disarankan untuk segera dilakukan proses lelang agar tidak menjadi beban daerah dan status kepemilikannya bisa dialihkan ke masyarakat umum ” sebutnya.
Terhadap Keberhasilan ini. Azis berharap di tahun 2026 mendatang dapat di pertahankan. ” Kita juga berharap peran Pemerintah Kabupaten untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat atas kepatuhan membayar pajak kendaraan ” ucapnya.
Karena hal ini merupakan kepentingan bersama ” Peningkatan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akan berimbas langsung pada porsi bagi hasil, baik untuk provinsi maupun kabupaten, yang nantinya digunakan kembali untuk pembangunan daerah,” tuturnya.

