LOMBOKita – Sabtu (11/09/2021), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Kunjungan ini merupakan wujud dukungan Kementerian Investasi terhadap pengembangan KEK Mandalika dan penyelenggaraan event World Super Bike (WSBK) pada November mendatang.
Kunjungan Menteri Investasi/Kepala BKMPM ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Gubernur NTB terkait potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau The Mandalika berikut progres pengembangan kawasan termasuk Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau Mandalika International Street Circuit.
Dalam kunjungan tersebut Menteri Investasi/Kepala BKPM didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah berdiskusi dengan Direktur Operasi & Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo dan Direktur Teknik & SDM ITDC Taufik Hidayat terkait progres pengembangan kawasan dan dukungan yang diperlukan dari Kementerian Investasi.
Menteri Investasi juga berkesempatan mengunjungi Kuta Beach Park dan menjajal Mandalika International Street Circuit.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sangat mengapresiasi bahwa pemberlakukan insentif di KEK Mandalika telah terimplementasi baik, tentang telah bisa menikmati insentif fiskal berupa PPN tidak dipungut.
“Hal ini tentunya merupakan sweetener bagi investor yang menanamkan modalnya di KEK Mandalika. Kita akan support dengan menjual potensi KEK Mandalika kepada investor,” ujar Menteri Bahlil.
Bahlil mengaku kagum dengan sirkuit Mandalika dengan konsep Street Circuit, sehingga memiliki keindahan dan keunikan dibanding sirkuit lain.
“Apabila penyelenggaraan MotoGP sudah berlangsung sekali saja di tempat ini, saya yakin banyak investor yang akan berinvestasi di The Mandalika. Yang terpenting kita menjaga protokol kesehatan dan kestabilan wilayah ini. Kita pastikan pembangunan ini akan bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat NTB,” kata Bahlil.
Direktur Operasional dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam menyambut event WSBK pada bulan November mendatang.
“Dengan dukungan yang kuat dari semua, kami optimistis event WSBK dapat terselenggara dengan lancar dan membawa manfaat positif yang besar bagi NTB,” kata Arie Prasetyo.
Di samping menyiapkan event WSBK, kata Arie Prasetyo, pihaknya juga akan terus fokus membangun infrastruktur dan fasilitas dasar kawasan guna meningkatkan nilai jual destinasi wisata yang kami kelola ini.
Sementara Direktur Teknik & SDM ITDC Taufik Hidayat menjelaskan, hingga saat ini total komitmen investasi yang telah diterima sebesar Rp17 Triliun, terdiri dari Master Land Utilization & Development Agreement (LUDA) VINCI Construction Grands Projets (VCGP) USD 1 milyar (setara Rp14 triliun) yang akan dilakukan bertahap selama 15 tahun dan LUDA dengan tujuh strategic investor yang berkomitmen bangun hotel senilai total Rp3 triliun.
“Komitmen pembangunan hotel sendiri sudah mencapai tidak kurang dari 1.700 kamar.” katanya.

