Site icon LOMBOKita

Rumiawan Lebih Setuju Lahan SDN 1 Kopang jadi Arena Seni Budaya

LOMBOKita – Wacana perluasan komplek pasar Jelojok- Kopang, Lombok Tengah kian merebak. Rencana perluasan komplek dimanfaatkan untuk peningkatan volume los pedagang yang semakin banyak. Namun rencana perluasan ini ditolak oleh Komite SDN 1 kopang karena dampaknya harus merobohkan gedung SDN 1 Kopang.

“Tidak segampang itu untuk merelokasi gedung, perlu kajian-kajian yng cukup mendasar,” kata Ketua komite SDN 1 Kopang, Heryanto.

Senada dengan Heryanto, koordinator wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Kopang, Dr. (RC) Ahmad S.Pd.SD, M.Pd menyatakan, kesimpulan rapat ini, sebagai dasar kajian, sehingga pihak kabupaten meninjau kebijakannya untuk membongkar fisik gedung SDN.1 kopang.

“Dengan hasil kesimpulan rapat ini sebagai dasar kajian laporan kami ke dinas,” ungkap Ahmad yang diamini Pengurus Komite dan Kepala SDN 1 Kopang, Lalu Burde, S. Pd di ruang rapat SDN 1 kopang, Sabtu (7/1/2023).

Ditolaknya pengembangan lahan untuk aktivitas pedagang pasar ini, kata Ahmad, jika hal itu tetap direalisasi, maka pihak pengeglola pasar akan berhadapan langsung dengan masyarakat, terutama masyarakat yang pro pendidikan.

Alasannya, jika melihat kronologis pembangunan SDN 3 dan SDN 1 Kopang yang memberi kesan hangat bagi ratusan alumninya. Lantas kemudian, pemerintah akan menghapus kesan hangat itu menjadi sutu kesan haru, gedung dirobohkan, lalu lahannya berubah menjadi lahan pasar yang semrawut dan kumuh.

Terhadap hal ini, pengurus komite yakin, masyatakat Kopang yang pro pendidikan akan turut menolak kebijkan perluasan lahan untuk aktivitas pedagang pasar.

Penolakan awal dinyatakan oleh mantan Kepala SDN 1 kopang, H. Hady Husain yang sempat ditemui wartawan Lombokita seusai rapat.

“Coba kita lihat sejarah, bagaimana perjuangan para wali murid dan guru untuk pendidikan anak cucu mereka,” singgung Hady Husain.

Dia menambahkan, jika pemerintah kabupaten tetap ngotot untuk merelokasi SDN 1 kopang dan bergabung (merger) SDN 3 Kopang, dengan tegas Hady Husain menyatakan, menolak lahan SDN 1 Kopang dimanfaatkan untuk kebutuhan peningkatan aktivitas pasar Jelojok.

“Silakan SD 1 direlokasi, tapi bukan untuk kebutuhan pasar, tapi untuk kegiatan edukasi terutama pendidikan,” harap tokoh masyarakat asal dusun Pengompan, Kopang ini.

Yang jelas, lanjutnya, semua komponen, baik masyarakat kopang pro pendidikan, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kopang, Komite, Kepala Sekolah, guru, bahkan wakil rakyat Kopang yang masih duduk di gedung DPRD Loteng diharapkan untuk memberi suara penolakannya terhadap wacana dan rencana perluasan lahan pasar.

Terkait harapan ini, Wakil Ketua DPRD Loteng, H. Ahmad Rumiawan menyatakan, lebih setuju lahan SDN 1 kopang dijadikan lahan untuk arena seni budaya ketimbang areal perluasan pasar.

Rumiawan beralasan, karena masyarakat Kopang memiliki talenta dan potensi beragam dan banyak.

Kata dia, Dari seni olah vokal (band, red), perupa, seni kontemporer, sendra tari, sanggar seni gambelan, kuliner, atlet semua dimiliki masyarakat Kopang.

“Dengan dasar ini butuh evaluasi. Dan saya sudah minta dinas terkait untuk evaluasi terkait penerimaan murid dan lainnya,” tutup Rumiawan.

Exit mobile version