RSUD Kota Bima Studi Tiru Sistem SIM ke RSUD Praya

LOMBOKita – Rumah Sakit Umum Daerah Praya kini sudah menjadi rumah sakit rujukan bagi transpormasi informasi pelayanan kesehatan. Buktinya, sejumlah Rumah Sakit di luar Lombok melakukan studi tiru di Rumah Sakit kebanggaan masyarakat Lombok Tengah itu.

Salah satu rumah sakit yang melakukan studi tiru ke RSUD Praya adalah RSUD Kota Bima.

Kedatangan manajemen RSUD Kota Bima untuk melakukan studi banding tentang Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIM RS).
Kedatangan rombongan Rumah Sakit Umum Kota Bima dipimpin Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD Bima. Ikut pula Kasubbag TU bersama jajarannya.

Kabid Pelayanan RSUD Praya H. Lalu Najemul Erfan mengatakan selama ini pihak Rumah Sakit Umum Daerah Praya menerapkan sistim manajemen rumah sakit yakni KHANZA.

Sistem ini sudah berlangsung sejak 2019 lalu, sementara dirumah sakit kota Bima belum ada, “mereka ingin belajar soal penerapan aplikasi yang digunakan oleh kita” jelasnya.

Kelebihannya, kata Erpan, sistim open source yang tidak berbayar, aplikasi bisa dikembangkan oleh komunitas dan lebih dari 1000 rumah sakit di Indonesia menggunakan itu.

“Banyak vendor yang menawarkan tetapi kalau ada yang gratis kenapa tidak,” tandas Erfan.

Kelebihan lain dari Aplikasi Khanza, lanjut Erfan, aplikasi Open Source dan terintegrasi secara keseluruhan. Kedua, tambah dia, bahasa program aplikasi yang mudah dipahami,

Ketiga, modul aplikasi yang lengkap, ke empat, pengembangan sudah mencakup antrian Online dan Rekam Medik Elektronik. Ke lima, Aplikasi sudah bridging dengan eKTP, BJPS, Kementerian Kesehatan.ke enam Komunitas yang tersebar luas,

“Jadi apabila ada pengembangan di salah satu RS pengguna Khanza, kita dapat memakai pengembangan tersebut dan menyesuaikandengan kebutuhan RS,” ujarnya

Selain itu, Rumah Sakit bisa mengembangkan modul modul sesuai dengan kebutuhan RS dan ke delapan Seap tahun di adakan pelahan terkait aplikasi Khanza serta Tim Pendamping khanza, ada yang bertugas di Dinas Kesehatan.

Erfan menambahkan selain kelebihannya, aplikasi ini juga memiliki sisi lemahnya diantaranya perlu adanya penambahan tenaga SDM Programer, Aplikasi utama ini juga masih berbasis desktop, tetapi aplikasi sudah open source

“Ini artinya bahwa orang luar sudah mengakui jika RSUD Praya memiliki sistim layanan yang lebih baik dari daerah lain dan ini akan terus kita tingkatkan,” tutup Erfan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini