Site icon LOMBOKita

Puting Beliung Landa Tiga Desa di Kecamatan Keruak

LOMBOKita – Bencana alam kembali melanda kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Belum satu bulan lalu bencana banjir bandang menyapu ratusan rumah pada 7 desa di wilayah ini, kini kembali bencana puting beliung melanda tiga desa yaitu desa Setungkeplinsar, Desa Sepit dan Desa Batu Putik.

Bencana angin pusut (dalam bahasa Sasak) terjadi Jum’at (15/12) sekitar pukul 15.30 disertai hujan deras telah meluluh-lantakan puluhan rumah penduduk.

Dari pantauan Lombokita.com, kerusakan terparah terjadi di desa Setungkeplingsar.

Di desa Setungkeplingsar, angin menyapu sekitar 23 rumah penduduk pada dua dusun masing-masing dusun Setungkep dan dusun Bowoh. Selain merusak rumah warga, angin juga menerbangkan atap garasi kantor desa Setungkeplingsar hingga puluhan meter.

Saksi mata Zulkipli yang juga perangkat desa setempat menuturkan, angin yang memblunder datang sangat cepat dalam waktu singkat tiba-tiba menyapu atap puluhan rumah. Meskipun dengan kondisi basah kuyup, warga pun berhamburan keluar menyelamatkan diri. Tak hanya itu puluhan kayu besar yang berada di pinggir jalan tumbang dan menimpa atap rumah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Setungkeplingsar Andi Karma Susila bersama Danramil Keruak Bimo S serta aparat Polsek Keruak yang tiba di lokasi kejadian beberapa menit selepas angin mengamuk langsung mendata sejumlah rumah warganya yang terkena bencana ini. Pihaknya membenarkan bahwa terdapat 23 rumah yang mengalami rusak berat dengan kondisi atap rumah diterbangkan. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk sementara kata Plt.Kades setempat, warga yang mengalami kerusakan rumah, diungsikan ke rumah-rumah tetangga yang tidak terkena. “Seluruh korban kami titip sementara di rumah tetangganya masing-masing yang tidak terkena”, kata Plt Kades seraya menambahkan, beruntung tidak ada korban jiwa.

Sementara itu di dusun Lokon desa Sepit berbatasan dengan desa Setungkeplingsar, angin menumbangkan satu unit gudang penggilingan padi milik Julael Arselan. Terlihat seluruh tembok gudang RMU ini nyaris tidak ada yang masih berdiri, melainkan rata dengan tanah. Pemilik penggilingan padi menaksir kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah melintasi desa Setungkep linsar dan desa Sepit, Puting beliung menyisir ke arah selatan. Dengan kecepatan tinggi, angin mampir di dusun Onyok Desa Batu Putik. Di dusun ini angin menerbangkan sekitar tujuh atap rumah termasuk rumah milik kepala dusun Onyok.

Kepala dusun Onyok, Syamsul Hakim membenarkan warganya menjadi korban amukan puting beliung. “sekitar 7 buah rumah yang rusak parah di dusun kami yang rata-rata atap rumah mereka diterbangkan angin. Untuk sementara warga kami yang menjadi korban kami tampung di rumah tetangga karena rumah mereka tak dapat ditempati”, jelas Kepala Dusun.

Exit mobile version